Melihat Sistem SHORAD Terbaru Angkatan Darat AS

JakartaGreater.com – Sistem pertahanan udara jarak pendek interim Angkatan Darat AS, akan segera mengisi celah kemampuan yang diidentifikasi beberapa tahun lalu pada teater Eropa telah mengkristal, seperti dilansir dari laman Defense News.

Angkatan Darat AS telah memutuskan bahwa sistem manuver interim Pertahanan Udara Jarak Pendek (IM-SHORAD) akan dikembangkan berbasis kendaraan tempur Stryker, tetapi sekarang telah memilih Leonardo DRS untuk memasok paket peralatan misi yang bakal mencakup peluncur rudal Stinger buatan Raytheon, menurut Kolonel Chuck Worshim.

Kolonel Chuck Worshim adalah manajer program untuk sistem pertahanan rudal jelajah di Program Executive Office Missiles and Space Angkatan Darat AS.

General Dynamics Land Systems (GDLS) yang memproduksi kendaraan tempur Stryker akan menjadi integrator platform untuk sistem IM-SHORAD. Angkatan Darat menjalani proses seleksi melalui Departemen Konsorsium Teknologi Pertahanan untuk menentukan koleksi terbaik dari vendor untuk membangun prototipe.

Sementara ini tim gabungan Boeing-GDLS adalah pelopor utama untuk paket SHORAD interim yang meluncurkan sebelum vendor lain mangajukan solusi pada bulan Agustus 2017 pada Simposium Pertahanan dan Rudal di Huntsville, Alabama, AS.

Menggunakan sistem Avenger pada kendaraan tempur Stryker, yang merupakan solusi dari tim tersebut, dengan mengambil apa yang sudah ada dalam inventaris Angkatan Darat AS untuk membuat sistem SHORAD.

Dan demonstrasi SHORAD di White Sands Missile Range, New Mexico, September tahun lalu melihat lebih banyak kemungkinan untuk solusi sementara, termasuk Iron Dome dari Rafael dan Flying Tiger dari perusahaan pertahanan Korea Selatan, Hanwha.

Namun muncul kuda hitam dalam sebuah Simposium Pasukan Global Angkatan Darat AS, di Huntsville, pada bulan Maret. Leonardo DRS menunjukkan konsep sederhana yang menampilkan platform Senjata Terpadu yang dapat dikonfigurasi dan bermitra dengan Moog.

Platform ini akan menyediakan pilihan pemandangan, senjata dan rudal langsung, tutur Ed House, manajer pengembangan bisnis DRS Land Systems. Sistem tersebut dapat mengintegrasikan rudal Stinger dan Longbow Hellfire, sebagai solusi IM-SHORAD.

Sistem ini juga akan dilengkapi dengan pelengkap senjata langsung dan pemandangan untuk memasukkan senapan mesin M230 dan senapan mesin koaksial 7.62 mm. Namun solusinya juga memiliki kemampuan mengalahkan non-kinetic dan terintegrasi dengan radar hemisferik multimission buatan Rada.