Serangan Israel Tewaskan 23 Warga Palestina

Para prajurit Israel berdiri di atas kubah tank Merkava yang dikerahkan ke dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, Selasa (8/7/2014). Ketegangan antara Israel-Gaza terus meningkat sejak peristiwa dibunuhnya seorang remaja Palestina oleh kelompok ekstremis Yahudi sebagai balasan atas pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat. (Jack Guez / AFP)

GAZA CITY – Israel membombardir Gaza City pada Selasa (8/7/2014)dan petugas medis, Rabu (9/7/2014), menyebutkan setidaknya 28 orang tewas akibat serangan tersebut dan 150-an orang yang lain terluka. Serangan ini paling mematikan sejak 2012.

Operasi besar Israel berupa serangan udara yang menghujani Jalur Gaza dengan bom dimulai pada Selasa. Korban tewas adalah 24 warga sipil Palestina, termasuk dua perempuan dan lima anak-anak, serta empat anggota Hamas.

Serangan ini pada Selasa pagi mengahbatm rumah sebuah keluarga di Beit Hanoun di utara Gaza, menurut keterangan juru bicara layanan darurat Palestina, Ashraf al-Qudra.

Dalam serangan terburuk pada Selasa, rudal menghantam sebuah rumah di selatan Khan Yuni, menewaskan tujuh orang. D

Al-Qudra menambahkan, dari semua korban tewas, dua di antaranya adalah anak-anak berumur 8 tahun.

Sebagai tanggapan atas serangan Israel ini, Hamas menyatakan semua orang Israel akan menjadi target pembalasan mereka.

Tak lama setelah pernyataan tersebut, dua warga Palestina kembali menjadi korban serangan Israel di Shejaiya, timur Kota Gaza, menurut keteranagn Al-Qudra.

Serangan uadra juga mengguncang bangunan di Gaza City termasuk kantor Al-Aqsa TV yang dikelola Hamas. TV Al-Aqsa sempat menayangkan gambar tubuh-tubuh hangus akibat bombardir Israel ini.

Kerabat mengidentifikasi gambar yang ditayangkan Al-Aqsa adalah anggota Hamas, yang salah satunya diidentifikasi sebagai Mohamed Shaaban (32). Shaban adalah komandan senior sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam.

Shaban juga adalah kepala operasi angkatan laut kelompok tersebut. Tentara Israel mengonfirmasi telah menargetkan Shaban sebagai sasaran serangan.

Dalam serangan terpisah di dekat kamp pengungsi Nusseirat di Gaza tengah, pria lain tewas, dengan saksi mengatakan dia adalah seorang militan Hamas.

Sementara itu pada hari yang sama, Selasa, tentara Israel menembak mati empat anggota Al-Qassam, di sebuah pantai di Israel setelah mereka menyusup tidak jauh dari perbatasan Gaza.

“Sejumlah teroris keluar dari laut dan menyerang basis dengan senapan Kalashnikov dan granat tangan,” kata juru bicara militer Letnan Kolonel Peter Lerner. Israel dikabarkan menembakkan tak kurang dari 10 roket Katyusha dalam operasinya ini.

Sejumlah kematian di Palestina ini terjadi hanya beberapa jam setelah Israel mengumumkan dimulainya Operation Protective Edge. Operasi ini bertujuan menghentikan lontaran roket rakitan dari Hamas dan menghancurkan infrastruktur militer Hamas.

Sejauh ini lontaran roket dari Hamas tak menjatuhkan korban jiwa di Israel. Dari 120-an roket tersebut, 23 di antanya dicegat oleh sistem pertahanan anti-rudah Iron Dome milik Israel, dan selebihnya jatuh ke tanah yang dikuasai Israel tanpa meledak maupun menimbulkan korban jiwa maupun terluka.

Asap membubung dari Gaza akibat serangan udara Israel yang terjadi dalam dua hari terakhir. (Jack Guez / AFP)

430 Sasaran dalam Dua Hari
Sepanjang Selasa (8/7/2014) malam, Angkatan Udara Israel menyerang 160 sasaran di Jalur Gaza di saat negara itu melakukan kampanye militer untuk menghentikan serangan roket dari wilayah Palestina itu.

“Sepanjang malam, AD Israel 160 target di Jalur Gaza. Selama dua tahun terakhir kami menyerang 430 sasaran,” kata Jenderal Moti Almoz kepada radio militer Israel terkait Operasi Protective Edge.

Ratusan target itu, lanjut Jenderal Almoz, termasuk 120 lokasi peluncuran roket, 10 pusat komando dan kendali Hamas, 2 rumah dan banyak terowongan. “Lokasi penyimpanan senjata Hamas juga menderita kerusakan signifikan selama dua hari terakhir ini,” tambah Almoz.

Jenderal Almoz mengatakan, serangan militer Israel ini mampu “menyudutkan” Hamas yang membuat kelompok ini mencoba melepaskan serangan di sejumlah front. “Tadi malam, Hamas memulai serangan kejutannya,” ujar Almoz.

Almoz merujuk pada upaya serangan dari laut dan hujan tembakan roket jarak jauh yang bisa mencapai beberapa kota seperti Jerusalem, Tel Aviv, dan kota pesisir Hadera yang berjarak lebih dari 100 kilometer dari Gaza.

“Hamas mencoba membuat serangan kejutan untuk mencari titik lemah dan mencoba memasuki wilayah Israel lewat laut atau lewat terowongan. Namun, semua berhasil digagalkan militer,” tambah Almoz.

Meski militer Israel terus menggempur Gaza, pada Rabu (8/7/2014) pagi, tembakan roket dari Gaza yang mengincar Tel Aviv dan sekitarnya masih berlangsung. Namun, semua serangan itu bisa dipatahkan sistem pertahanan Iron Dome.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gidon Saar mengatakan militer telah diberi perintah untuk mempeluas operasi militer secara signifikan.

“Kami siap dengan semua kemungkinan, termasuk operasi serangan darat jika diperlukan. Sudah ada persiapan untuk itu dengan memanggil 40.000 personel cadangan,” ujar Saaf.

Menurut Saar, serangan Israel tidak akan berhenti hingga berhasil memberikan pukulan signifikan bagi kelompok-kelompok militan Gaza yang menyerang wilayah Israel.

“Hamas menembak kami dan mereka harus menghentikan penembakan itu terlebih dahulu. Namun, kami tak puas sebelum kami bisa menghancurkan Hamas dan seluruh infrastuktur teror di Gaza,” tambah Saar. (Kompas.com).

Leave a Comment