AVIC Kembangkan UAV Tenaga Surya

Ilustrasi pesawat udara tanpa awak (UAV), diatas adalah drone Wing Loong dalam sebuah parade © Kalabaha1969 via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Perusahaan Aviation Industry Corporation of China (AVIC) sedang mengembangkan program pesawat udara tanpa awak (UAV) bertenaga surya yang disebut Qi Mingxing yang berarti Venus, menurut portal berita aviasi China pada akhir Juli, yang dilansir dari laman IHS Jane.

Menurut laporan tersebut, AVIC First Aircraft Institute telah bermitra dengan produsen serat karbon dan komposit Jiangsu Hengshen untuk menyelesaikan perakitan prototipe drone dengan bentang sayap 20 meter.

Prototipe ini diperkirakan telah masuk tahap produksi pada tahun 2017 dan telah selesai pada 15 Juli. Ini juga dilaporkan memiliki struktur komposit dengan kemampuan terbang disegala cuaca, struktur sayap utama memiliki lebar 1,1 meter dan berat 18,9 kg.

Perusahaan diharapkan untuk memulai pengujian kelistrikan dan mekanik berbasis darat untuk mengantisipasi penerbangan perdananya.

Detail resmi dari perkembangan Venus masih belum diketahui, meski model konseptual dari produk akhir yang dibayangkan telah dipamerkan pada China Airshow 2016. Seorang juru bicara AVIC mengatakan kepada IHS Jane bahwa perusahaan berkomitmen untuk mempercepat pengembangannya.

Konsep yang ditampilkan di China Airshow 2016 menggambarkan sebuah pesawat dengan pod utama yang mendukung sayap yang dipasang di bahu dan rakitan ekor salib. Menurut spesifikasi yang diberikan perusahaan, kendaraan udara akan didorong oleh empat motor listrik yang menarik daya dari sel bahan bakar yang dapat diisi ulang melalui panel surya terdapat pada bagian atas pesawat dan sayap, dan diproyeksikan punya kecepatan jelajah 100-125 km/jam dan daya tahan lebih dari 30 hari.

Selain AVIC, Akademi Aerodinamika Dirgantara China (CAAA), sebuah anak perusahaan pertahanan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), juga mengejar platform UAV tenaga surya di bawah nama pengembangan Cai Hong (CH) Solar UAV.