Israel Bantah Prajuritnya Diculik Hamas

Israel bantah tentaranya diculik Hamas (REUTERS/Ammar Awad)
Israel bantah tentaranya diculik Hamas (REUTERS/Ammar Awad)

New York – Utusan Israel untuk PBB, Ron Prosor, membantah klaim kelompok militan Hamas, bahwa salah satu anggota pasukannya telah diculik. Dia menyebut rumor itu tidak benar.

Stasiun berita Channel News Asia, Senin 21 Juli 2014 melansir sebelumnya juru bicara kelompok Hamas, Abu Obeida, mengatakan bahwa salah seorang pasukan Israel bernama Shaul Aaron kini telah berada di tangan Brigade Qassam.

“Tidak ada penculikan terhadap pasukan Israel dan rumor itu tidak benar,” ungkap Prosor membantah.

Sementara pada Minggu kemarin, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyerukan kepada Israel dan Hamas, agar segera melakukan gencatan senjata. Sebab, peperangan yang berlangsung di Gaza, telah menewaskan 476 warga Palestina.

Sebagian besar dari mereka, merupakan warga sipil. Sementara di pihak Israel sebanyak 18 pasukan militer tewas sejak Kamis pekan lalu digelar serangan darat.

Seruan untuk gencatan senjata disampaikan Obama melalui telepon kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Senin dini hari. Perwakilan Gedung Putih dalam pernyataan tertulis, menyampaikan Obama prihatin atas jatuhnya korban jiwa di kedua pihak.

Ini merupakan panggilan telepon kedua dalam tiga hari. Obama menegaskan kembali hak Israel untuk mempertahankan diri, namun juga menyerukan agar segera melakukan gencatan senjata di Gaza.

Seruan serupa juga datang dari PM Inggris, David Cameron. Dia juga menyatakan dukungan Inggris untuk mengambil langkah sesuai demi bisa mempertahankan diri dari roket Gaza.

Dalam kesempatan itu, Cameron turut menyampaikan duka terhadap jatuhnya korban jiwa dari Israel dan Palestina. Dia juga sepakat dengan pernyataan Netanyahu, satu-satunya cara untuk keluar dari tindak kekerasan ini, yaitu dengan berpartisipasi dalam inisiatif yang disampaikan oleh Mesir.

Pembicaraan mengenai gencatan senjata akan dilakukan hari ini, antara pemimpin kelompok Hamas, Khaled Meshaal dan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Qatar. (vivanews).

Sharing

Tinggalkan komentar