B-2 Spirit AS Rentan Terhadap S-500 Rusia

Bomber siluman B-2 Spirit Amerika Serikat © US Air Force via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kepala Staf Angkatan Udara AS Heather Wilson telah membuat pernyataan kepada Senat bahwa sistem pertahanan udara S-500 Rusia dapat dengan mudah menghancurkan bomber B-2 Spirit AS, seperti dilansir dari Bao Dat Viet.

“Sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia, terutama S-500, mempunyai jangkauan sangat-sangat jauh, dan pesawat kita dapat ditembak jatuh di siang hari saat konflik pertama”, katanya.

Sementara itu, sistem S-500 juga dapat mengancam pesawat AWACS dan tanker udara Angkatan Bersenjata AS. Dimana keduanya memainkan peran penting dalam operasi udara dan tanpa mereka, kelangsungan hidup pesawat tempur akan sangat berkurang.

Pembom strategis jarak jauh Amerika Serikat seperti B-2 Spirit dan B-52 Stratofortress juga akan sangat rentan, dan efektivitasnya sangat berkurang karena armada pesawat modern yang sudah terkenal akan sulit melawan sistem rudal seperti S-500 Rusia.

Sistem S-500 Rusia © Russian MoD.

Selain itu, dalam laporan yang dirilis oleh badan intelijen AS, CIA mengindikasikan bahwa sistem rudal S-500 Rusia akan menyebabkan superioritas Angkatan Udara AS di seluruh dunia akan terganggu.

Menurut laporan CIA itu, S-500 berhasil menguji target udara pada jarak 299 mil atau sekitar 481 km, dan membuat rekor dunia terbaru dibandingkan dengan sistem rudal sebelumnya. Namun, jangkauan ini masih relatif sederhana bila dibandingkan degan spesifikasi S-500 yang direncanakan sebelumnya.

Seandainya Rusia mengerahkan S-500 ke wilayah Kaliningrad, Rusia dapat memblokir sasaran-sasaran musuh di Polandia dan sebagian besar Jerman, termasuk Berlin. Jika dikerahkan ke Timur Jauh, maka S-500 dapat berdampak serius terhadap operasi militer AS dari pangkalan yang ada di Jepang dan Korea Selatan.

Sistem rudal pertahanan uadara jarak jauh S-400 Triumf (SA-21) © Goodvint via Wikimedia Commons

Sistem rudal S-500 bila digunakan bersama dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh R-37M pada jet tempur generasi baru dapat secara eksklusif menjadi misi pemburu AWACS, dan menjadi elemen kunci bagi pensiun dini pesawat pendukung Angkatan Udara AS.

Dalam hal kompetisi, sistem S-500 Rusia memiliki kekuatan dan teknologi dunia. S-500 Prometey juga dikenal sebagai Triumfator-M 55R6M adalah sistem pertahanan rudal anti-pesawat dan anti rudal balistik. Ini adalah penerus berikutnya untuk sistem S-400 Rusia yang sukses.

S-500 Prometey yang dirancang oleh perusahaan Almaz Antey dan diyakini mampu menembak jatuh objek yang terbang dengan radius 600 km. S-500 dapat mencegat hingga 10 rudal balistik dan rudal supersonik dengan kecepatan 7 km/detik.

Sistem S-500 Prometey dapat mencapai target di ketinggian hingga 200 km. Ia juga memiliki kemampuan untuk mencegat pesawat udara dan drone serta menghancurkan satelit orbit rendah, menghancurkan peralatan dan senjata di ruang angkasa.