Jun 152016
 

Kabar membanggakan datang dari Korps Kepolisian Republik Indonesia yang telah berpartisipasi mengirimkan ratusan anggota polisi dari berbagai kesatuan untuk bergabung dengan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan. Dua diantara ratusan personil kepolisian yang terlibat dalam barisan pasukan PBB di Sudan adalah anggota Polres Kediri,Jawa Timur, yaitu Bripka Arief Habib dan Brigadir Wimas Ali Ahda.

Kedua Bintara Polri ini, menjalankan tugas sebagai anggota Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) Indonesia angkatan ke VIII Garuda Bhayangkara 2016 dalam misi United Nations-Africa Union Mission in Darfur (UNAMID) PBB di El fasher, Darfur, Sudan Utara. Satgas FPU VIII menggantikan Satgas FPU VII yang telah setahun bertugas disana.

Bripka Arief Habib dan Brigadir Wimas Ali Ahda, anggota Polres Kediri Jawa Timur Saat bertugas (Foto dok. ripka Arief Habib)

Bripka Arief Habib dan Brigadir Wimas Ali Ahda, anggota Polres Kediri Jawa Timur Saat bertugas (Foto dok. Bripka Arief Habib)

Bripka Arief Habib dan Brigadir Wimas Ali Ahda diberangkatkan bersama 138 personil lainnya oleh Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti pada Desember 2015 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta. “Satgas FPU diharapkan mampu memelihara dan menciptakan kembali rasa aman di Sudan yang telah dilanda konflik berkepanjangan,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Badrodin dalam sambutannya di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis 17 Desember 2015, lalu.

Kedua anggota Polres Kediri itu, melaksanakan tugas di Sudan Utara selama setahun dari Desember 2015 hingga Januari 2017. Untuk tugas sehari hari Bripka Arief Habib ditempatkan sebagai Paramedic On Site, sedangkan Brigadir Wimas Ali Ahda bertugas sebagai Driver Apc Peleton Charlie.

Selama lebih kurang enam bulan ini, kedua petugas kepolisian asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dalam melaksanakan tugas misi PBB, tetap menjalankan ibadah puasa penuh meski cuaca di El fasher, Sudan Utara panas ekstrim hingga mencapai sekitar 50’C. Bagi Bripka Arief Habib dan Brigadir Wimas Ali Ahda, bertugas sebagai bagian dari pasukan PBB yang bertepatan dengan bulan puasa adalah sebuah tantangan dan pengalaman tersendiri.

“Kondisi cuaca di Sudan memang sangat berbeda dengan di Indonesia. Musim panas suhunya sangat tinggi dan terkadang disertai badai pasir. Tetapi tidak menyurutkan niat kami dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini,” papar Bripka Arief Habib. (marksman/ sumber : tribratakedirinews.com dan okezone.com)

Berbagi

  15 Responses to “2 Anggota Polres Kediri Jawa Timur, Terlibat dalam Misi Perdamaian PBB di Sudan”

  1.  

    sipp deh…

  2.  

    selamat bertugas
    harumkan nama Indonesia

    •  

      penugasan pasukan merpati PBB bukan saja pasukan elite atw POLISI kecenderungan DI Utamakan kualifikasinya sebatas mental dan psiologi,,jadi jgn heran POLANTAS pun bisa ikut dan yang mengejutkan 2 gaji sekaligus satu Rp dan Dolar…..ditambah dapat…..

  3.  

    Ane kira ada sesuatu hal yg sangat khusus dan istimewa dari berita penugasan kedua pulisi anggota Sat Sabhara Polres Kediri itu. Ma’af, bukan maksud ane ingin mengecilkan, bukankah jika hanya berita penugasan anggota POLRI dan TNI dlm tugas sbg anggota penjaga perdamaian PBB itu sdh biasa? Atau barangkali karena kedua pulisi itu berasal dari Sat Sabhara sehingga kelihatan istimewa, dan perlu diberitakan secara khusus? Ma’af lagi, bukan ada maksud menyepelekan, sepengetahuan ane, Sat Sabhara di POLRI adalah salah satu satuan yg “biasa” bukan kategori elit semacam Sat Reserse, GEGANA apalagi DENSUS88. Mungkin bila dibandingkan dg TNI, Sat Sabhara sekelas dg Infantri Reguler, bukan satuan elit atawa pasukan khusus.

    Barangkali hal ini yg menjadikan berita istimewa kah? Ada pulisi dari Sat Sabhara mampu bertugas menjadi anggota pasukan perdamaian PBB..

  4.  

    @bilung
    iya bung intiinya betukl yang bung bilang “Ada pulisi dari Sat Sabhara mampu bertugas menjadi anggota pasukan perdamaian PBB”. sehingga kita bisa memetik arti dari satuan polisi SABHARA aja sudah difungsikan oleh pihak PBB untuk misi pengamanan di Sudan, jadi bisa bayangkan untuk satuan elit yang lain dari pihak polisi atau bahkan TNI pasti sangat dibutuhkan untuk misi perdamaian. harusnya bangga bung… NKRI JAYA

  5.  

    Bangga pada polisi seperti mereka, kirain polisi cuma mental korup..lanjutken

  6.  

    siplah jadi polisi perdamaian, yang korup kirim aja ke irak

  7.  

    siplah jadi polisi perdamaian, yang korup kirim aja ke irak.

  8.  

    Contoh yg baik…
    Masih ada polisi yg berguna buat bangsa dan negara..

  9.  

    ini untuk pertama kali ya sabhara di kirim satgas pbb….

  10.  

    Lebih arif dan bijaksana klo yg ditulis tuh POLRI – Indonesia. Bukan kedaerahan begitu. Baru pertama kali bertugas. TNI yg sudah berkali-kali aja tidak menunjukkan unsur kedaerahan begitu. Klo kedaerahan kesannya tidak menunjukkan nasionalisme dan lebih mengarah ke sukuisme. Bukankah mereka ditugaskan mewakili POLRI? Bukan mewakili POLRES/POLTABES

  11.  

    Sebelumnya maaf buat orang kediri, saya juga ndak setuju dengan tulisan dikertas itu. Ndak ada unsur nasionalismenya. Toh kalau asal daerah tertulis dalam isi berita ndak masalah sih…

  12.  

    selamat bertugas pak, kami bangga padamu

 Leave a Reply