JakartaGreater.com - Forum Militer
May 012018
 

Makassar, Jakartagreater.com – Sebanyak 2 flight pesawat tempur Super Tucano, Senin, 30/4/2018 sekitar pukul 10.19 wita mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar setelah melakukan penerbangan dari Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur

Pesawat tempur yang memiliki kemampuan counter insurgency atau pesawat anti perang gerilya itu melakukan ferry operasi latihan PPRC “Garda Nusa” 2018 yang akan dilaksanakan di Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado.

Kepala Dinas operasi Lanud Sultan Hasanudin Kolonel Pnb David Y. Tamboto didampingi beberapa pejabat Lanud menerima kedatangan para penerbang tempur pesawat Super Tucano yang akan melakukan misi operasi latihan Garda Nusa di Manado transit di apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin untuk pengisian bahan bakar.

Pesawat tempur buatan Brasil bermesin pratt & Whitney Canada PT6A-68C Turbo Propeller itu memiliki kemampuan selain mendukung misi pengintaian, close air support dan sebagai penumpas pemberontak, juga memiliki kemampuan manuver yang sangat lincah. (tni-au.mil.id).

Berbagi

  6 Responses to “2 Flight Pesawat Tempur Super Tucano Transit di Makassar”

  1.  

    Indonesia Darurat Tucano Jadi Drone UCAV

    •  

      sdh ku bilang sulit, korea itu bisa apa, teknologi korea itu semua datang dr amerika, bisa di bagi dgn sarat indonesia jd pengikutnya amerika.

  2.  

    Satu Komponen Dicekal Amerika Indonesia Kaji Ulang KFX/IFX

    Perjanjian kerja sama dalam
    proyek pengembangan Korean
    Fighter Xperiment (KFX)/
    Indonesian Fighter Xperiment
    (IFX) kini tengah dikaji ulang
    oleh kedua belah pihak. Ada
    komponen peralatan yang tak
    diberikan oleh Korea Selatan
    kepada Indonesia karena
    dilarang oleh Amerika Serikat si
    pemilik teknologi.
    “Ada peralatan yang tak
    diberikan kepada kita, dari
    pihak Amerika itu yang tidak
    boleh,” jelas Kepala Pusat
    Komunikasi (Kapuskom) Publik
    Kementerian Pertahanan
    (Kemhan) Brigjen TNIbTotok
    Sugiharto di Kantor Kemhan,
    Jakarta Pusat, Senin (30/4)
    seperti dilansir republika.co.id
    Ia menerangkan, perjanjian
    pengembangan pesawat
    tersebut sedang dikaji ulang
    oleh pihak Korea Selatan dan
    Indonesia. Perjanjian itu dikaji
    ulang agar nantinya kerja sama
    pengembangan pesawat jet
    tempur KFX/IFX itu dapat
    menguntungkan kedua belah
    pihak.
    “Jadi tidak semata-mata
    menguntungkan pihak luar.
    Jadi, kita harus transfer
    teknologinya, jadi bisa
    dilakukan di Indonesia,” kata
    Totok.
    Jet tempur tersebut merupakan
    pesawat
    semisiluman generasi 4.5 yang
    dikembangkan oleh Indonesia
    dan Korea Selatan atau
    setingkat dengan pesawat F-18
    milik Amerika Serikat.
    Kerja sama yang dilakukan
    sebatas pada
    pengembangan pesawat sampai
    mencapai
    prototipe. Dari enam prototipe
    yang dihasilkan nantinya, satu
    prototipe akan diserahkan
    kepada Indonesia.
    Pada Juli tahun lalu, peogram
    Engineering Manufacture
    Development (EMD)
    telahnmenyelesaikan 14 persen
    perencanaan program.
    Rencananya, keseluruhan
    perancanaan program tersebut
    akan berlangsung hingga 2026
    yang akan datang.

  3.  

    RI bisa produksi tapi tidak bisa di ekspor ke negara lain, secara teori akan sangat membebani kas PT DI
    Ada peralatan yang di berikan Untuk Korea tapi tidak di berikan untuk RI karena dilarang oleh AS
    Amazing ya AS ini

    model kayak gini mau nawarin F35, nanti F35 nya di kasih tapi radarnya di kosongin nyahok lo
    Oppsss keceplosan
    xixixixixi

 Leave a Reply