Rusia: Ribuan Militan Siapkan Serangan ke Hama & Aleppo

Dok. Pasukan oposisi menarget pasukan pemerintah dengan mortir di Karam Tarab 13-9-2015. (Qasioun News Agency via Commons.wikipedia.org)

Moskow, Jakartagreater.com  – Beberapa ribu militan bersenjata dengan persenjataan berat dan kendaraan lapis baja sedang mempersiapkan serangan di provinsi Suriah Hama dan Aleppo, ujar Kementerian Pertahanan Rusia, pada Sabtu 25-8-2018, dirilis Sputniknews.com.

Kementerian itu mengatakan bahwa pemimpin kelompok Tahrir al-Sham (berafiliasi dengan organisasi teror Jabhat Nusra) meminta semua militan di provinsi barat laut Suriah, Idlib, untuk mempersiapkan serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah.

“Beberapa ribu militan dengan persenjataan berat dan kendaraan lapis baja telah dikumpulkan untuk serangan terhadap Hama dan Aleppo,” kata pusat Rusia untuk juru bicara rekonsiliasi Suriah.

Latihan ini disebut  dipimpin  kelompok White Helmets, yang beraksi  “dalam kasus kontaminasi kimia”, sedang diadakan di kota Jisr al-Shughur di Idlib, ujar juru bicara tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan bahwa militan Tahrir al-Sham sedang mempersiapkan provokasi di Idlib untuk menuduh pasukan pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Para militan membawa 8 tabung dengan klorin untuk melancarkan serangan kimiawi di Jisr al-Shughur di Idlib. Wadah-wadah ini kemudian diserahkan kepada kelompok militan dan diangkut ke desa Haluz dekat Jisr al-Shughur, Konashenkov menambahkan.

Provokasi senjata kimia, yang saat ini sedang dipersiapkan oleh teroris di Suriah, diduga bertujuan untuk memungkinkan Prancis, Inggris dan Amerika Serikat untuk melakukan serangan terhadap target pemerintah Suriah, menurut militer Rusia.

Untuk tujuan ini, kapal perusak USS The Sullivan dengan 56 Rudal jelajah di atas kapal tiba di Teluk Persia beberapa hari yang lalu, sementara pembom B-1B AS membawa 24 Rudal jelajah jagal AGM-158 JASSM dikerahkan di pangkalan udara Al Udeid di Qatar, Konashenkov mengatakan pada hari sebelumnya.

Tinggalkan komentar