Uji Sayap Lipat F/A-18 AS Gunakan Material SMA

Jet tempur F/A-18E Super Hornet Angkatan Laut AS. © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Para insinyur NASA yang berasal dari Glenn Research Center, Armstrong Flight Research Center serta Boeing telah berhasil menggunakan material “Shape Memory Alloys” (SMA) untuk menggerakkan bagian sayap berukuran penuh dari jet tempur F/A-18 Hornet.

Seperti dilansir dari laman NASA, bagian sayap seberat 300 pon dilepas dari F/A-18 di NASA Armstrong, California, memungkinkan tim peneliti untuk membuktikan bagian sayap lipat bisa menggunakan material baru aktuator nikel-titanium-hafnium bersuhu tinggi, dan mampu menerapkan torsi 5.000-inci-pon.

Dimulai pada posisi horizontal, mekanisme SMA dipanaskan menggunakan listrik dan didinginkan sesuai perintah untuk memungkinkan sayap bergerak 90 derajat ke atas dan ke bawah. Lebih penting lagi, para peneliti mampu memindahkan bagian sayap ke posisi yang dipilih dengan kontrol yang sangat tepat.

Pengujian menggunakan aktuator SMA dan sayap F/A-18 Hornet di NASA Glenn akan berlanjut hingga musim panas. Langkah berikutnya adalah meningkatkan kemampuan torsi SMA menjadi 20.000-inci-pon, yang mencakup tepi terdepan dan trailing bagian sayap.

Tes yang sukses ini adalah tonggak untuk Proyek Spanwise Adaptive Wing NASA, yang mempelajari bagian lentur atau membentuk sayap pesawat. Kemampuan membentuk sayap dapat meningkatkan kinerja dengan mengurangi berat dan drag dari pesawat, sekaligus meningkatkan kontrol pesawat.