Jakarta Greater

Awal Tahun, Angkatan Laut Tiongkok Gelar Latihan Tempur

Awal Tahun, Angkatan Laut Tiongkok Gelar Latihan Tempur-rt

Kondisi suhu yang dingin di tengah cuaca bersalju tak menyurutkan semangat latihan para tentara Angkatan Laut Tiongkok. Korps Angkatan Laut Tiongkok atau Pasukan Marinir, melakukan uji latihan militer dengan peralatan lengkap di Daerah Otonomi Xinjiang Uygur. Para tentara tersebut maju menyerang basis lokasi musuh dengan mengenakan pakaian seragam penyamaran bewarna coklat. Tak hanya menggunakan senjata serbu otomatis, mereka juga menggunakan senjata penembak api. Taktik tempur cepat mereka lakukan untuk segera dapat menguasai basis kekuatan musuh.

Berbagai kendaraan tempur diikut sertakan dalam latihan ini. Mulai dari kendaraan angkut lapis baja hingga tank serbu amfibi. Tank-tank ini menghancurkan titik kumpul musuh dengan tembakan meriamnya. Operasi yang dilakukan di padang pasir ini turut pula melibatkan korps artileri, infanteri dan penembak jitu untuk bergabung bersama. Mereka bertugas untuk menjaga basis pertahanan agar tidak disusupi oleh musuh.

Komandan Brigade Korps Laut Tiongkok, Shi Zhigang mengatakan, “pengorganisasian begitu banyak angkatan bersenjata dan begitu banyak tentara untuk melakukan latihan dalam waktu dua jam membutuhkan usaha keras. Apa yang para prajurit ini lakukan telah memenuhi harapan pelatihan kami. Ini adalah tes komprehensif kemampuan memerintah, kontrol dan koordinasi internal komandan, terutama komando dan kemampuan tempur angkatan bersenjata kami.”

Latihan ini digelar untuk menguji kemampuan tempur para prajurit. Tak hanya itu, latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengorganisasian, kepemimpinan, serta koordinasi para pemimpin komando pasukan.

Latihan perang ini menjadi salah satu latihan tempur pertama angkatan bersenjata Tiongkok di tahun 2016. Tiongkok sendiri tampak meningkatkan kemampuan dan kewaspadaan angkatan bersenjatanya di tengah kembali memanasnya sengketa Laut Cina Selatan.

Peningkatan kemampuan angkatan bersenjata Tiongkok juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Terutama mengingat kelompok tersebut telah mengeksekusi warga negara Tiongkok.

RT

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Follow Us