Jakarta Greater

Berita Militer dan Alutsista

Amerika Serikat Siapkan Lima Pangkalan Militer di Filipina

Hari Jumat (18/03) kemarin, Amerika Serikat dan Filipina mengumumkan kesepakatan yang memungkinkan kehadiran militer Amerika Serikat di lima pangkalan Filipina. Kedatangan pasukan Amerika Serikat itu didasarkan perjanjian keamanan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Setelah melalui Dialog Strategis AS-Filipina, kelimat tempat yang akan dijadikan pangkalan Amerika Serikat itu adalah Antonio Bautista Air Base (dekat dengan Kepulauan Spratly yang diperebutkan di Laut Cina Selatan), Basa Air Base di utara Manila, Fort Magsaysay di Kota Palayan, Lumbia Air Base di Mindanao, dan Mactan-Benito Ebuen Air Base di Cebu.

In this Saturday, Oct. 18, 2014 photo, U.S. Marines from the USS Peleliu jog around the pier at the Subic Bay free port in the Philippines. A Marine charged with murder in the killing of a transgender Filipino sparked public anger and revived debate over the U.S. military presence. The nations signed a new accord in 2014 that allows greater U.S. military access to Philippine military camps, part of Washington’s pivot back to Asia to counter rising Chinese might. (AP Photo/Aaron Favila)
Amerika Serikat Siapkan Lima Pangkalan Militer di Filipina 1

Asisten Deputi Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Amy Searight mengatakan bahwa kesepakatan itu dicapai di bawah 2014 Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) yang memberi hak bagi Washington untuk meningkatkan kehadiran militernya melalui rotasi kapal dan pesawat untuk operasi keamanan, kemanusiaan dan kemaritiman.

Searight juga mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter, akan mengunjungi Filipina pada bulan April mendatang untuk membahas pelaksanaan perjanjian itu.

Amerika Serikat tertarik untuk meningkatkan kemampuan militer di negara-negara Asia guna menghadapi sikap tegas Tiongkok atas klaim teritorial di Laut Cina Selatan, salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia.

Searight mengatakan bahwa Pentagon telah memberitahu Kongres Amerika Serikat terkait niatnya untuk memberikan 50 juta dolar Amerika Serikat, untuk membantu membangun keamanan maritim regional. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Filipina akan mendapatkan “bagian terbesar” dari dana itu untuk memperbaiki radar dan kemampuan pemantauan Laut Cina Selatan lainnya.

Reuters

Share:

Penulis: