Dalam 2 Bulan, AS Jatuhkan 250 Bom di Afganistan

Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan telah menjatuhkan 251 bom dan rudal yang menargetkan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Afghanistan selama bulan Januari dan Februari.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Angkatan Udara, serangan udara dalam dua bulan pertama tahun ini lebih dari tiga kali serangan pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan serangan udara itu dijaminan oleh Presiden Barack Obama, yang memberikan kewenangan untuk melancarkan serangan terhadap ISIS yang menguasai beberapa provinsi, termasuk daerah di wilayah Tora Bora, lokasi yang pernah dijadikan tempat berlindung Osama bin Laden.

Sebelumnya, rekor tertinggi terjadi pada tahun 2013. Ketika itu, Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan 490 serangan udara. Jumlah itu kemudian berkurang pada tahun 2014, menjadi 206 serangan udara.

Jumlah itu kemudian jauh berkurang pada tahun 2015, dengan hanya 70 serangan udara. Kondisi ini disebabkan karena pasukan keamanan nasional Afghanistan mengambil kontrol penuh dari tanggung jawab keamanan pasukan koalisi.

Kewenangan yang diberikan oleh Presiden Obama menargetkan loyalis ISIS, di tengah kekhawatiran kelompok tersebut memperoleh pijakan di Afganistan. Amerika Serikat sedang pula melakukan upaya untuk mengonsolidasikan operasi menghadapi ISIS di Suriah dan Irak.

Para pejabat koalisi memperkirakan sekitar 1.000 hingga 3.000 tentara ISIS di Afghanistan timur sedang mencoba untuk membangun basis operasi di pegunungan Provinsi Nangarhar.

Khaama