Jakarta Greater

Berita Militer dan Alutsista

Rusia Kirimkan S-300 Tercanggih Ke Suriah

Pada 3 Oktober 2016 tv channel Fox News Amerika merilis pengiriman sistem rudal anti-pesawat tercanggih SA-23 (sebutan AS untuk versi terbaru sistem S-300VM / VME dan S-300V4) Rusia ke Suriah.

Sebelumnya pada 29 September 2016 kapal angkut militer “Alexander Shabalin” Project 775 Armada Baltik Rusia berlayar melewati selat Bosphorus mengangkut S-300VM ke pangkalan militer di Tartous di Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov pada konferensi pers di Moskow pada tanggal 4 Oktober 2016, mengatakan Rusia mengirimkan baterai sistem rudal anti-pesawat S-300 ke Suriah.

Menurut Konashenkova, S-300 dikirimkan untuk menjamin keamanan pangkalan Angkatan Laut di Tartus dan zona pesisir satuan tugas kapal Angkatan Laut Rusia terhadap potensi ancaman dari udara. Konashenkov menambahkan tidak jelas mengapa penempatan S-300 di Suriah menyebabkan kegemparan di pihak Barat. Menurutnya S-300 adalah sistem defensif murni dan tidak menimbulkan ancaman apapun selain mempertahankan diri.

S-300 adalah sistem rudal pertahanan udara yang sangat mobile. Sistem radar, peluncur dan sistem komandonya dapat ditempatkan pada sejumlah kendaraan beroda rantai atau kendaraan berat yang mudah berpidah tempat. S-300VM terbaru adalah salah satu sistem pertahanan udara yang paling mematikan yang pernah dikembangkan, dan dirancang untuk merontokkan pesawat tempur, rudal jelajah, rudal balistik dan amunisi presisi.

Penyebaran S-300 menunjukkan Rusia secara signifikan semakin memperkuat pertahanan udaranya di Suriah, dan menjadi sinyal yang jelas bagi Washington bahwa ada harga yang besar yang harus dibayar apabila AS ikut campur tangan dalam operasi Rusia di Suriah.

Share:

Penulis: