Jakarta Greater

Berita Militer dan Alutsista

Super Hornet Blok III Dilengkapi Teknologi Anti Siluman

Jet tempur Super Hornet Blok III. © Boeing

Pejabat di produsen pertahanan Boeing mengatakan bahwa varian jet tempur F/A-18E/F Super Hornet masa depan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat akan memiliki fitur teknologi anti siluman, yang memungkinkan mereka untuk melacak tandatangan panas dari pesawat tempur siluman, demikian seperti dilansir dari situs DOD Buzz.

Dan Gillian, kepala program Boeing EA-18 dan F/A-18, memberitahu wartawan di konferensi Laut, Udara dan Luar Angkasa di Liga Angkatan Laut menyebutkan bahwa “Pesawat tempur ini memiliki jangkauan jarak jauh, kemampuan tempur udara-ke-udara, sensor anti siluman… Berbicara tentang kemampuan pelengkap, itu merupakan sesuatu yang akan dibawa Super Hornet pada kapal induk yang tidak dimiliki pesawat tempur lain”.

Pada konferensi yang diselenggarakan di National Harbor, Maryland, Gillian mengatakan bahwa upgrade Super Hornet Blok III meliputi pelacakan dan kemampuan integrasi jaringan yang lebih baik, plus peningkatan produksi dan program pemeliharaan “modifikasi servis kehidupan” untuk armada yang ada akan membantu menjaga tempur multiperan untuk terbang hingga beberapa dekade mendatang.

Pelacakan panas tambahan akan dimasukkan dalam upgrade Blok III. Gillian mengatakan, “Saya pikir perubahan besar dan signifikan dari Advanced Super Hornet 2013 ke Super Hornet Blok III 2016-2017 adalah kebutuhan bagi Super Hornet untuk dilengkapi jaringan ‘smart node’ Naval Integrated Fire Control-Counter Air”.

“Di masa lalu kami sudah menyatakan bahwa Super Hornet mungkin bisa saja disebut sebagai penembak bodoh dengan melewatkan informasi yang dikirimkan… Tapi dengan semua informasi yang tersedia, dengan fusi, bergabung ke dalam jaringan benar-benar penting”, tambahnya.

Program pemeliharaan akan berusaha untuk meningkatkan usia kehidupan pesawat tempur ini dari 6.000 jam menjadi 9.000 jam melalui pemeliharaan kelestarian dan rekayasa upgrade.

Operasi melawan ISIS bersamaan dengan penundaan program F-35 pada armada saat ini. “Super Hornets telah terbang cukup lama dan melakukan banyak tugas negara, menempatkan banyak jam di pesawat yang tidak direncanakan untuk dibakar”, kata Gillian.

Dia mencatat bahwa korosi menjadi masalah pada pesawat yang tidak digunakan dalam jangka waktu yang panjang, sehingga layanan ini melakukan penilaian untuk menentukan seberapa sering perawatan harus dilakukan dan sampai sejauh mana.

Dua Hornet per bulan sedang dibangun oleh Boeing di St.Louis dan Gillian mengatakan bahwa produksi bisa meningkat jika angkatan bersenjata asing atau Angkatan Laut AS membeli lebih banyak pesawat generasi keempat tersebut.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis: