Jakarta Greater

Berita Militer dan Alutsista

Tahap Pengembangan MOKV, Kini Maju Dengan 3 Kontraktor

Gambar hasil render 3D sebuah EKV di ruang angkasa, setelah pemisahan dari pendorongnya. © Raytheon

Badan Pertahanan Rudal (MDA) Amerika Serikat kini telah menyerahkan pekerjaan kepada tiga kontraktor pada tahap baru upaya pengurangan risiko teknologi untuk pengembangan rancangan kendaraan pembunuh pertahanan rudal yang lebih canggih, seperti dilansir dari IHS Janes.

Di tahun 2015, MDA telah mengeluarkan kontrak pengurangan risiko awal kepada Boeing, Lockheed Martin dan Raytheon untuk mengembangkan Multi-Object Kill Vehicle (MOKV), yang akan didorong ke luar angkasa dan terbang untuk mencegat rudal balistik yang masuk, MOKV secara khusus ditujukan untuk menangani sebuah satu rudal balistik dan umpannya, jadi bukan untuk melawan beberapa rudal.

Ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mencegat dari sistem pertahanan rudal berbasis darat (GMD), yang mana sistem pencegatnya masih memiliki catatan uji coba yang bermasalah.

Kedua varian dari kendaraan EKV (Exoatmospheric Kill Vehicle) tersebut telah mengalami permasalahan keandalan sejak tahun 1999, tingkat keberhasilan pencegatnya hanya 9 dari 17 kali pengujian (sekitar 52 persen). Upaya upgrade diharapkan akan memacu MOKV seperti program RKV (Redesigned Kill Vehicle) yang didesain ulang untuk mengatasi masalaha itu.

Pada tanggal 12 Mei, Boeing mendapat kontrak sebesar US $ 58,6 juta untuk “meningkatkan kinerja dan mengurangi risiko komunikasi MOKV canggih, manajemen keterlibatan beserta sistem pencari berbeda”. Pengerjaan proyek TRR akan berjalan hingga bulan Mei 2020.

Pada tanggal 3 April, Raytheon mendapat kontrak sebesar US $ 59,6 juta selama tiga tahun pada TRR untuk “memperbaiki kinerja dan mengurangi risiko sistem komunikasi yang aman, sensor multi-band sensitivitas tinggi, prosesor yang dapat bertahan, sistem pengubah kendali dan kontrol kendaraan pembunuh, sensor bus dan penunjuk  serta manajemen keterlibatan”.

Pada tanggal 9 Maret, Lockheed Martin mendapat kontrak senilai US $ 53 juta, juga untuk TRR guna “meningkatkan kinerja dan mengurangi risiko perakitan pencari gimbal, perakitan avionik terpadu, integrasi dan pengujian komponen serta pencari lanjutan”. Perusahaan saat itu juga mendapat kontrak senilai US $ 50,3 juta selama 30 bulan untuk bekerja pada sistem kendali ketinggian dan pengalih pencegat.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis: