Jakarta Greater

Berita Militer dan Alutsista

Pasukan Dukungan AS Mulai Pertempuran Rebut Raqqa, Suriah

Dok Syrian Democratic Forces 2016 (VOA)
Pasukan Dukungan AS Mulai Pertempuran Rebut Raqqa, Suriah 1

Beirut – Pasukan Demokratik Suriah / Syrian Democratic Forces (SDF) dukungan AS mengatakan 6/62017 bahwa pihaknya telah memulai pertempuran untuk merebut Raqqa, ibukota de facto kelompok IS di Suriah, meluncurkan serangan dari arah timur, barat dan utara kota.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan Reuters dari Suriah, juru bicara SDF Talal Silo mengatakan bahwa operasi dimulai pada Senin dan pertempuran akan sengit karena Daesh (IS) akan berjuang mati-matian mempertahankan wilayah yang mereka sebut ibukota.

Kelompok IS merebut kota itu dari kelompok pemberontak pada 2014 lalu, dan telah menggunakannya sebagai markas operasi untuk merencanakan serangan di wilayah Barat. Serangan terhadap Raqqa akan memberi tekanan lebih pada kelompok IS yang telah menyatakan “kekhalifahan”, mereka telah menghadapi kekalahan di kota Mosul, Irak dan dipaksa mundur di sebagian besar wilayah Suriah.

“Pasukan gabungan memiliki peran besar dalam keberhasilan operasi. Selain pesawat tempur, terdapat juga pasukan gabungan yang bekerja berdampingan dengan Pasukan Demokrat Suriah,” kata Silo.

Kelompok Pemantau Hak Asasi untuk Suriah, organisasi pemantauan perang yang bermarkas di Inggris, sebelumnya mengatakan bahwa SDF telah menyerang bagian timur Raqqa dan sebuah pangkalan militer di pinggiran sebelah utara kota pada Selasa.

YPG Kurdi, bagian dari SDF, mengatakan kepada Reuters pada Sabtu bahwa serangan terhadap Raqqa diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

“Akan dimulai hari ini saat fajar,” kata Direktur Kelompok Pemantau Rami Abdulrahman.

“Mereka sudah sampai di kota tapi belum memasuki salah satu bangunannya,” tambahnya.

Serangan ke distrik al-Mashlab dan di pangkalan Divisi 17 sekitar 1 kilometer ke arah utara pusat kota menyusul serangan udara tadi malam, kata kelompok pemantau itu.

SDF telah berusaha mengelilingi Raqqa sejak November dalam sebuah serangan yang didukung oleh pasukan gabungan pimpinan AS yang juga memerangi kelompok IS di Irak, tempat dimana para petempur kelompok tersebut tengah berada dalam jurang kekalahan di kota Mosul.

Pasukan gabungan pimpinan AS mengatakan bahwa 3.000 hingga 4.000 petempur diduga bersembunyi di kota Raqqa, di mana mereka telah membangun pertahanan untuk mengantisipasi serangan. Sebuah kota yang berjarak sekitar 90 kilometer dari perbatasan dengan Turki.

Amerika Serikat mengatakan pada Selasa bahwa mereka telah memulai pembagian senjata kepada YPG untuk membantu serangan terhadap Raqqa, bagian dari sebuah rencana yang membuat marah Turki-sekutu NATO nya, yang khawatir dengan pertumbuhan pengaruh Kurdi di Suriah Utara.

Antara/Reuters

Share:

Penulis: