Jakarta Greater

Bom Mobil Bunuh Diri Yaman Tewaskan 5 Tentara

Dok Perang Yaman 2016 (HRW.org)

Aden – Dua penyerang meledakkan bom mobil di Yaman Selatan, Rabu 3-8-2017, membunuh diri mereka sendiri dan lima tentara serta melukai beberapa lainnya, ujar warga dan seorang pejabat keamanan setempat.

Pemboman tini terjadi di distrik Redhoom di Provinsi Shabwa dekat sebuah pos pemeriksaan keamanan dan  mereka menambahkan bahwa penyerang tewas dalam serangan tersebut.

Pejabat setempat menjelaskan, tanpa merinci, bahwa dia menduga penyerang berafiliasi dengan al Qaeda. Provinsi Shabwa adalah salah satu dari beberapa Provinsi di Yaman yang menjadi bass Al Qaeda di Jazirah Arab (AQAP).

Sebelumnya, pada Juli 2017, sedikitnya 22 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan Pemerintah Yaman dan gerilyawan Al-Houthi di garis depan Nehm, sebelah Timur-Laut Ibu Kota Yaman, Sana’a, yang dikuasai anggota Al-Houthi.

Menurut laporan Xinhua, pertempuran terjadi pada Selasa 2-8-2017 pagi di Gunung Al-Minsa, yang menjorok ke jalan yang menghubungkan Sana’a dan Provinsi Marib, yang dikuasai pemerintah.

“Pasukan pemerintah, yang disokong oleh pesawat tempur koalisi pimpinan Arab Saudi, berupaya memasuki lokasi di dekat Ibu Kota Yaman, yang dikuasai anggota Al-Houthi, yang disokong oleh pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh,” ujar sumber Militer.

“Tak ada gerak maju  yang dibuat oleh masing-masing pihak selama pertempuran, sementara kontak temnbak masih berlangsung,” ujar sumber tersebut.

Ia menambahkan 2 orang Prajurit tewas dan 4 orang  lagi luka-luka di pihak pasukan pemerintah, sementara kelompok Syiah Al-Houthi kehilangan hampir 20 orang anggota dalam pertempuran itu.

Media Al-Houthi belum melaporkan jumlah korban jiwa di pihak mereka.

Pertempuran di Nehm, sekitar 90 kilometer di sebelah Timur-Laut Sana’a, kerap berlangsung karena pasukan pemerintah sudah berusaha bergerak maju ke dalam Ibu Kota Yaman, yang dikuasai Al-Houthi pada akhir tahun 2014.

Pertempuran itu terjadi antara gerakan Syiah Al-Houthi, yang bersekutu dengan Iran, dan koalisi Militer pimpinan Arab Saudi sesudah anggota Al-Houthi menurunkan presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang disokong  Arab Saudi dan pemerintahnya lebih dari dua tahun lalu.

Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, yang menyokong Abd-Rabbu Mansour Hadi, memulai campur-tangan Militer dan mengepung darat-laut-udara pada Maret 2015, dalam usaha merebut kembali wilayah Yaman, termasuk Sana’a, dan memulihkan kekuasaan Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Pasukan Abd-Rabbu Mansour Hadi tahun lalu sudah sepenuhnya membebaskan 6 Provinsi di Yaman Selatan dari seluruhnya yang berjumlah 23 Provinsi.

Perang sejak itu sudah menewaskan lebih dari 10.000 orang, kebanyakan warga sipil, dan membuat  kehilangan tempat tinggal sebanyak 3 juta orang karena terkepung total dan telah mengakibatkan kekurangan makanan yang parah dan obat impor.

Negara itu juga telah dilanda wabah Kolera mematikan dan berada di tepi jurang kelaparan.  Antara/Reuters.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Follow Us