Jakarta Greater

Berita Militer dan Alutsista

Suriah Desak Turki Tarik Pasukan dari Idlib

dok. Tank Turki di perbatasan dengan Suriah (© Umit Bektas / Reuters )

Damaskus – Jakartagreater.com. Kementerian Luar Negeri Suriah pada Sabtu 14/10/2017, mendesak dilakukannya penarikan segera pasukan Turki dari daerah yang mereka masuki di Provinsi Idlib, Suriah, ujar laporan kantor berita resmi Suriah, SANA

Kementerian Suriah menyatakan “penyusupan” pasukan Turki ke dalam Idlib dipandang sebagai “agresi nyata, dan pemerintah Turki takkan bisa membenarkannya”.

Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah kendaraan lapis baja dan tentara Turki menyeberangi perbatasan dan memasuki Idlib sebagai bagian dari operasi yang dikatakan Turki bertujuan memaksa dihentikannya pertempuran di Idlib.

“Agresi Turki ini tak berkaitan dengan saling pemahaman antara negara yang terlibat dalam pembicaraan Astana, tapi merupakan pelanggaran terhadap kesepahaman semacam itu,” kata Kementerian tersebut.

Terlebih lagi, Kementerian itu menuduh penyusupan Turki dilakukan dengan disertai masuknya anggota Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida, kata Xinhua -yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu pagi, 15/10/2017. Itu, kata Kementerian tersebut, adalah “bukti mengenai eratnya hubungan antara Turki dan kelompok teror itu”.

Kementerian Suriah menyatakan pasukan Turki mesti ditarik tanpa prasyarat apa pun. Ditambahkannya, Pemerintah Turki telah “terlibat dalam mendukung pelaku teror di Suriah dan tak bisa dipercaya dengan pernyataan memerangi terorisme”.

Namun satu pernyataan militer Turki menyatakan pasukannya akan mendirikan pos pengawasan di dalam Idlib, dan mengatakan itu adalah bagian dari kesepakatan dengan Rusia dan Iran, ketika beberapa negara, selama babak paling akhir pembicaraan di Astana -Kazakstan, sepakat untuk menciptakan zona penurunan ketegangan di Idlib.

Sebagian besar wilayah Idlib, di bagian barat-laut Suriah, dikuasai oleh Hayat Tahrir Ash-Sham (HTS), satu payung mujahidin. Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida, menjadi kekuatan yang dominan di dalam payung mujahidin tersebut dan dimasukkan ke dalam organisasi teroris oleh Suriah.

Idlib juga berada di dekat Daerah Afreen, yang dikuasai oleh Suku Kurdi, di Provinsi Aleppo. Turki telah lama berusaha mengendalikan wilayah itu untuk mengakhiri pengaruh gerilyawan Kurdi yang terus meningkat. (Antara/Xinhua-OANA).

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis: