China Sesumbar J-10C Unggul dari Su-35SK

Jet tempur J-10C Angkatan Udara China sedang berlatih pada 12 April 2018 © Xinhua News

JakartaGreater.com – Latih tanding antara jet tempur yang diproduksi China dengan jet tempur yang dibeli dari Rusia akan membantu angkatan bersenjata secara akurat menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing produk.

Seperti diberitakan Bao Dat Viet, Saat ini, selain jet tempur J-11B/D, jet tempur J-16 dan jet siluman J-20, industri kedirgantaraan China terus mempromosikan produksi dari jet tempur ringan J-10 dalam jumlah besar. Pesawat tempur ini terus diproduksi dalam varian J-10C dan menghasilkan sekitar 30 unit per tahun.

J-10C adalah peningkatan terbaik dari J-10B, yang telah dikirim dalam jumlah yang sangat kecil kepada Angkatan Udara PLA dalam periode 2014-2015, yankni sekitar 52 unit. Meski tampilan luarnya tidak berbeda jauh dengan J-10B, J-10C sebenarnya adalah jet tempur yang jauh lebih kuat dan terbaik di dunia saat ini.

Fitur luar biasa dari pejuang J-10C adalah radar AESA mutakhir, serta dilengkapi dengan avionik canggih, yang memungkinkan penggunaan senjata tercanggih yang ada dalam arsenal China.

Detail penting lainnya adalah China sedang menguji integrasi mesin thrust vector 3D pada jet tempur J-10C, yang juga diperkirakan dipakai pada jet siluman J-20, yang membuat mesin ini menjadi sangat bermanuver.

Jet tempur multirole Sukhoi Su-35. © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

Menurut China, J-10C juga memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan dan menembakkan rudal udara-ke-udara jarak pendek PL-10 dan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15 yang juga disebut sebagai “AEW&C Killer“. Televisi militer China melaporkan bahwa selama pertarungan langsung dengan Su-35SK, pesawat tempur J-10C memperoleh kemenangan luar biasa.

Secara teori, apa yang disesumbarkan oleh China bahwa jet tempur J-10C unggul atas Su-35SK dapat dimengerti sebab jet tempur Rusia masih menggunakan radar PESA Irbis-E  dan wilayah reflektor radar dari jet tempur kelas berat sangatah besar, membuatnya jauh lebih terlihat.

Selain itu, jet tempur ringan J-10C menggunakan mesin TVC 3D yang bisa menawarkan tingkat kinerja yang sama seperti jet tempur Su-35SK, belum lagi rudal jarak dekat China yang dikatakan memiliki kemampuan manuver. Itu mampu mengunci target setelah peluncuran sama majunya dengan produk Barat.

Meski begitu, harus diingat bahwa selama pelatihan yang disiarkan oleh saluran televisi CCTV1, jet tempur J-10A telah kalah dari Su-27SK padahal jet tempur tersebut sedang dalam pengaruh sistem peperangan elektronika, yang seharusnya pertarungan bisa dimenangkan dengan mudah oleh J-10A China.

Jadi jika diklaim bahwa jet tempur J-10C benar-benar lebih unggul dari Su-35SK, maka perlu juga diketahui lebih lanjut tentang “skenario” pertempuran untuk dapat membuat kesimpulan yang lebih akurat.

Tinggalkan komentar