Jakarta Greater

Berita Militer dan Alutsista

AS Rencanakan Tambah Infrastruktur Militer di Australia

3f5b8 f 35c landing on uss nimitz cvn 68 e1564586634262
doc. F-35C landing di USS Nimitz (CVN-68) AS. (@ US Navy photo)

Jakartagreater.com   –  AS dan Australia telah meningkatkan kehadiran militer mereka di Pasifik Barat di tengah kekhawatiran bahwa Cina akan mendapatkan lebih banyak pengaruh di Laut Cina Selatan yang merupakan jalur strategis yang kaya akan sumber daya alam.

AS berencana untuk membangun infrastruktur militer tambahan di Australia begitu Kongres menyetujui anggaran $ 211,5 juta untuk Angkatan Laut AS, ujar Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne kepada Sky News pada hari Selasa 30-7-2019, dirilis Sputniknews.com. 

Payne tidak merinci apa yang sebenarnya akan dibangun AS. Namun, media Australia melaporkan pada awal bulan ini, bahwa rencana itu adalah untuk fasilitas pelabuhan baru di dekat Darwin di Utara negara itu.

Di bawah Force Posture Initiatives, yang ditandatangani antara kedua negara pada 2011,  sebanyak 2.500 Marinir AS berlatih di Australia setiap tahun. Mereka ditempatkan di pangkalan Australia di Darwin. Pada saat yang sama, laporan media mengatakan, Landbridge Group China mendapatkan sewa 99 tahun di Pelabuhan Darwin pada 2015.

AS dan Australia bersama-sama telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat posisi mereka di Pasifik Barat dengan dalih pengaruh Cina yang meningkat di kawasan itu, khususnya di Laut Cina Selatan, yang merupakan wilayah strategis penting yang kaya akan sumber daya minyak dan gas.

Mayoritas pulau di Laut Cina Selatan dikendalikan oleh Beijing, namun wilayah itu juga diklaim oleh beberapa negara lain, termasuk Vietnam, Kamboja, Brunei, dan Filipina.

Hubungan antara AS dan Cina telah tegang sejak tahun lalu ketika Washington memberlakukan tarif atas barang-barang yang diimpor dari China atas tingkat perdagangan mutual yang diduga tidak proporsional. Beijing mengkritik langkah AS dan muncul dengan serangkaian langkah pembalasan.

Share:

Penulis: