Destroyer Terbaru China Dilengkapi Rudal Serangan Darat Jarak Jauh

Jakartagreater.com – Kapal perang Destroyer 10,000 ton-class terbaru China, Tipe 055, mampu meluncurkan Rudal jelajah darat jarak jauh, ungkap Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) ketika para ahli mengatakan pada hari Minggu 22-12-2019, bahwa senjata baru itu dapat membuat destroyer meluncurkan lebih banyak serangan tepat terhadap sasaran darat pada jarak yang lebih jauh, dirilis Globaltimes.cn, 22-12-2019.

Memperkenalkan gudang senjata yang sangat luas dan rumit, PLA Navy mengatakan di platform media sosial China yang mirip Twitter, Sina Weibo, bahwa layanan Rudal ini beroperasi tidak hanya di kapal permukaan, tetapi juga kapal selam pengangkut Rudal Balistik antarbenua yang dilengkapi Rudal strategis dan serangan darat jarak jauh. Mereka juga menjadi peralatan pertempuran utama dari PLA Rocket Force.

China memperlihatkan kapal perusak Tipe 055 pertamanya, Nanchang, pada bulan April 2019 saat tinjauan ulang tahun ke-70 PLA ke-70 PLTA di Qingdao, Provinsi Shandong Tiongkok Timur.

Sebagai jenis kapal kelas perusak 10.000 ton pertama di China, Type 055 memiliki 112 sel peluncuran Rudal vertikal yang mampu meluncurkan kombinasi Rudal permukaan-ke-udara, Rudal anti-kapal dan Rudal anti-kapal selam, menurut laporan media.

Sementara pengamat militer berspekulasi kapal itu mampu meluncurkan Rudal serangan darat, pos Angkatan Laut Weibo mengkonfirmasi spekulasi itu.

Pos Angkatan Laut tidak menguraikan penunjukan atau spesifikasi Rudal jelajah darat-serangan jarak jauh, dan kemudian memperkenalkan Jet tempur J-10 dan J-11 Angkatan Laut yang juga dioperasikan oleh Angkatan Udara, serta Helikopter Z-8 dan Z-9, kendaraan lapis baja Amfibi dan Howitzer yang juga digunakan oleh Angkatan Darat.

Angkatan Laut Cina telah membentuk sistem lengkap dengan pasukan kapal selam, pasukan kapal permukaan, pasukan penerbangan, marinir dan pasukan pertahanan pantai, karena 5 cabang pembantu menggunakan berbagai pilihan senjata untuk menjadi seefisien mungkin, kata seorang pakar militer tanpa nama kepada Global Times pada hari Minggu.

Rudal jelajah serangan jarak jauh akan memungkinkan kapal perusak untuk meluncurkan serangan presisi yang lebih kuat pada target darat dibandingkan dengan senjata utama (main gun), yang memiliki jarak lebih rendah dan kurang akurat, kata ahli.