Lockheed dan Bharat Akan Eksplorasi F-21 untuk India

Jakartagreater,com – Raksasa pertahanan AS Lockheed Martin pada hari Jumat menandatangani perjanjian dengan Bharat Electronics Limited yang dikelola pemerintah untuk mengeksplorasi peluang dalam program jet tempur F-21.

Lockheed Martin telah secara eksklusif menawarkan pesawat militer F-21 ke India, untuk mengantongi kesepakatan Angkatan Udara India senilai $ 18 miliar dolar untuk pengadaan 114 jet tempur.

“Lockheed Martin menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Defence PSU Bharat Electronics Limited untuk mengeksplorasi peluang industri dalam program F-21 hari ini di DefExpo 2020,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Lockheed Martin mengatakan pihaknya memperkuat dan menumbuhkan kemitraannya dengan industri India untuk mendukung proposal F-21 untuk IAF.

“Kami bersemangat untuk mulai mengeksplorasi peluang F-21 dengan Bharat Electronics, salah satu perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan terkemuka India,” kata Dr Vivek Lall, Wakil Presiden Strategi dan Pengembangan Bisnis, Lockheed Martin Aeronautics.

Dia mengatakan jika India menggunakan F-21, maka itu akan memasukkan India ke ekosistem pesawat tempur terbesar di dunia.

“Sebuah kemitraan F-21 dengan India mengintegrasikan industri India, termasuk Bharat Electronics ke dalam ekosistem pesawat tempur terbesar dan paling sukses di dunia dan menunjukkan komitmen Lockheed Martin ke India,” kata Lall.

Pada April tahun lalu, IAF mengeluarkan RFI (Request for Information) atau tender awal untuk mengakuisisi 114 jet tempur dengan biaya sekitar US$ 18 miliar, yang disebut sebagai salah satu pengadaan militer terbesar dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Pesaing utama untuk kesepakatan itu diantaranya adalah Boeing F / A-18, Rafale Dassault Aviation, Eurofighter Typhoon, pesawat MiG-35 Rusia dan Saab’s Gripen.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan Lockheed Martin yang merupakan perusahaan utama global di sektor kedirgantaraan. Kami sangat menantikan untuk melakukan kerjasama untuk mengatasi kebutuhan pasar domestik dan internasional di sektor ini,” kata Anandi Ramalingam, Direktur (Pemasaran) Bharat Electronics.

Lockheed Martin memproyeksikan F-21 sebagai pesawat tempur yang ideal untuk memenuhi kebutuhan kemampuan Angkatan Udara India dan memberikan peluang industri yang tak tertandingi di India.

Dikatakan jet F-21 bermesin tunggal akan memiliki biaya siklus hidup paling optimal untuk Angkatan Udara India, selain memastikan masa kerja terpanjang selama 12.000 jam penerbangan.

“Bersama dengan Rafale dan Tejas India, F-21 akan mengisi peran operasional penting bagi Angkatan Udara India,” kata perusahaan itu.

Dikatakan, program F-21 juga akan memberikan peluang yang tak tertandingi bagi perusahaan India dari semua ukuran, termasuk usaha mikro, kecil & menengah (UMKM) dan pemasok di seluruh India, untuk menjalin hubungan bisnis baru dengan Lockheed Martin