Damen Berharap Bangun Destroyer Futuristik “Omega” Untuk Indonesia

Jakartagreater.com – Setelah sukses dengan produksi fregat PKR Sigma 10514, PT Damen Schelde Indonesia akan membidik kebutuhan kapal perang Angkatan Laut Indonesia dengan menyodorkan desain destroyer futuristik Project Omega.

Dilansir dari Bisnis, Presiden Direktur PT Damen Schelde Indonesia, Gysbert Boersma mengatakan segmen kapal angkatan laut masih menjanjikan di Indonesia karena tingginya kebutuhan seiring dengan naiknya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Kementerian Pertahanan Indonesia.

Destroyer Omega sebenarnya merupakan desain awal untuk memenuhi permintaan Angkatan Laut Belanda dan Belgia, namun konsep “standard Omega lines” tersebut dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan Angkatan Laut Indonesia.

Sebagaimana pernah ditulis oleh Navy Recognition di acara Indo defense 2018, Bob De Smedt, salah satu arsitek kapal perang yang bekerja pada Project Omega, model skala yang dipamerkan merupakan perwakilan dari konsep awal untuk Royal Netherlands Navy (Koninklijke Marine) dan Belgian Navy (Marinecomponent / Composante marine) Composante marine) untuk menggantikan fregat lawas kedua negara itu.

Menurut Damen, fregat besar Omega atau FFI (Future Frigate Indonesia) mengambi basic pada bentuk lambung fregat LCF / De Zeven Provincien class yang telah terbukti.

dfc69 indodefence 2018 damen unveils 6000 tons omega frigate 4
Mock up destroyer Omega (foto : Navy recognition)

Fregat besar atau destroyer ini dilengkapi sistem propulsi hybrid yang terdiri dari 4 mesin diesel (2 digunakan untuk kecepatan ekonomis, empat untuk kecepatan tinggi) plus 2 mesin listrik.

Desain futuristik pada bagian atas destroyer Omega karena penggunaan rangkaian radar generasi baru yang disediakan oleh Thales. Rangkaian suite S / X baru yang terdiri dari SeaMaster 400 fixed panel S-band radar suite dan APAR Block II X-band multi-fungsi radar, keduanya menggunakan teknologi gallium nitride. Menurut Thales, solusi radar fixed panel S-band yang baru adalah jawaban yang tepat untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh drone di udara atau permukaan, senjata amunisi presisi, atau rudal yang ditembakkan dari kapal selam, yang biasanya menyerang tepat di atas garis permukaan laut (low elevation, sea skimming) atau dari sudut elevasi tinggi (penyelaman tinggi).

Sedangkan radar multi-fungsi APAR Block 2 berfungsi untuk menghadapi skenario ancaman tertinggi dengan mendukung banyak keterlibatan anti serangan permukaan (Anti-surface warfare) dan anti serangan udara (anti-air warfare) secara bersamaan dengan panduan aktif dan semi-aktif menggunakan teknik ICWI (Interrupted Continuous Wave Illumination). Thales SeaMaster 400 memiliki jangkauan 450 km sementara APAR Block 2 dapat menggantikan iluminator untuk secara langsung memberikan panduan untuk rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM) dan rudal SM-2.

Spesifikasi awal destroyer Omega / fregat besar FFI yang dapat berubah sesuai dengan keinginan pelanggan:

Panjang: 144 meter
Lebar: 18,8 meter
Bobot : 6100 ton
Maks. kecepatan: 29 knot
Jangkauan: 5.000 mil laut @ 18 knot
Daya tahan: 30 hari di laut
Stabilisasi: Rudder roll (mirip dengan LCF)
Awak: 122 pelaut (akomodasi hingga 160 personel)
Ruang penyimpanan untuk 3 kapal RHIB
Ruang hangar untuk 2 helikopter medium

Paket sistem persenjataan dapat disesuaikan tergantung pada kebutuhan pelanggan.

Destroyer Omega dilengkapi dengan meriam utama 127mm, satu senjata CIWS dibelakang meriam utama, meriam kedua kaliber 76mm yang ditempatkan di atas hanggar helikopter, 2 senapan mesin kendali jarak jauh, 8 tabung peluncur rudal anti-kapal, 4 peluncur decoy. Untuk pertahanan udara tersedia 24x sel VLS (kemungkinan MICA NG untuk Indonesia atau ESSM Block 2 untuk Belanda dan Belgia).