Setelah Su-35 dan F-16V, Indonesia Tertarik F-35

Jakartagreater.com – Rusia dan Indonesia belum membatalkan kesepakatan pembelian pesawat tempur Su-35. Sebagaimana dinyatakan oleh Dmitry Shugaev, Direktur Federal Service for Military-Technical Cooperation dan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Wahyu Sakti Trenggono.

Dilansir dari Sputnik, Dmitry Shugaev menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari Indonesia, baik berupa pernyataan lisan ataupun surat tertulis.

“Tidak ada penolakan resmi, tidak ada yang mengirimi kami dokumen apa pun dalam hal ini dan tidak memberi tahu kami secara lisan, jadi saya pikir ini adalah informasi yang belum diverifikasi. Kami berharap kontrak ini akan dilaksanakan, terutama karena Indonesia tertarik untuk memperoleh pesawat ini,” kata Shugaev dalam sebuah wawancara dengan televisi Rossiya 24 yang ditayangkan pada hari Senin.

Sedangkan menurut Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, dilansir dari CNN menyatakan pemerintah Indonesia tak pernah membatalkan pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia.

“Kami tidak pernah membatalkan,” kata Trenggono saat dihubungi melalui pesan singkat pada hari Rabu (18/03). Menurut Wakil Menteri Pertahanan, Indonesia belum bisa membeli Su-35 karena ada beberapa kendala dalam rencana pembelian tersebut.

Meski tidak mengungkapkan apa saja kendala tersebut namun menurut beberapa media menyebutkan adanya tekanan dari Pemerintah Amerika Serikat, adalagi yang menyebut karena masih berbelitnya proses barter produk pertanian yang menyertai pembelian Su-35 tersebut.

Namun yang paling menarik, alih-alih menerima sodoran pesawat tempur F-16 Viper dari Amerika Serikat, Indonesia lebih memilih pesawat tempur siluman F-35.

Dinyatakan oleh Wamenhan Trenggono, pihaknya sedang mempertimbangkan pilihan lain, termasuk membuka peluang untuk membeli pesawat siluman F-35 dari Amerika Serikat.

“Sedang menjajaki untuk mengganti pengadaan ke F-35 dari AS,” kata Trenggono kepada CNN.