Mungkinkah Indonesia Tertarik Kapal Selam Selain Chang Bogo Class?

Jakartagreater.com – Indonesia dikabarkan sedang mempertimbangkan kembali opsi lain terkait dengan kontrak pembelian batch kedua kapal selam diesel elektrik Nagapasa class Type 209/1400. Para pembuat kebijakan pertahanan Indonesia tertarik untuk mencari alternatif lain di tengah kemungkinan akan berkurangnya alokasi pengeluaran pertahanan di tahun-tahun mendatang.

Perencana pertahanan Indonesia telah mengadakan pertemuan untuk membahas pesanan Indonesia senilai USD900 juta untuk batch kedua dari tiga kapal selam diesel-elektrik dengan Korea Selatan, dan sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk program ini, termasuk pemutusan kontrak, lansir Jane’s.

Dua sumber terpisah dari kementerian pertahanan dan markas besar Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) di Cilangkap telah mengkonfirmasi kepada Jane bahwa di antara hal-hal yang sedang dibahas saat ini termasuk implikasi hukum dan keuangan apabila berpindah dari kontrak yang diumumkan pada April 2019.

Indonesia menandatangani kontrak dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) untuk tahap kedua dari tiga kapal selam diesel-elektrik Type 209/1400 pada bulan April 2019. Kapal selam tersebut akan serupa dengan batch pertama dari tiga kapal yang ditandatangani pada Desember 2011.

Kontrak 2019 ditandatangani dengan dana yang diatur oleh Bank Ekspor-Impor Korea dan dijadwalkan selesai pada 2026. Di bawah kontrak ini, satu kapal selam akan dibangun di Surabaya sebagai bagian dari program transfer teknologi. Pengaturan ini mirip dengan yang dilakukan dalam kontrak pertama.