F-18 Hornet AS Patroli di Laut Jepang dengan Rudal Harpoon

Jakartagreater.com – Korps Marinir AS mengerahkan pesawat tempur F / A-18 Hornet pada latihan baru-baru ini di dekat Jepang dengan menggunakan rudal anti-kapal AGM-84D Harpoon., lansir Sputnik.

Latihan baru-baru ini oleh pilot Korps Marinir yang dikerahkan di Jepang melibatkan simulasi serangan terhadap target angkatan laut menggunakan rudal anti-kapal Harpoon, sebuah senjata era Perang Dingin.

Menurut Defense Visual Information Distribution Service (DVIDS), pada hari Selasa, pesawat tempur F / A-18C / D dari Marine Air Station Iwakuni di Jepang bagian barat “berfokus pada misi angkatan laut dan mensimulasikan simulasi tembakan jarak jauh anti-kapal untuk meningkatkan kemampuan Korps Marinir untuk mempengaruhi sea control and denial di Asia Pasifik, sejalan dengan Force Design 2030”.

Di bawah program restrukturisasi, Korps Marinir akan mulai bergeser dari peperangan berbasis darat yang dilangsungkan sejak Perang Vietnam, kembali ke peran peperangan laut. Sebelumnya media Sputnik telah melaporkan rencana USMC untuk membuang semua tank, penegakan hukum dan unit penghubungnya, serta sebagian besar artileri dan bahkan beberapa pesawat terbang dan kendaraan amfibi, demi mendapatkan lebih banyak unit angkatan laut.

Tujuannya adalah untuk reorientasi ke arah perang besar dengan China, yang akan membutuhkan fokus luas pada Angkatan Laut, Marinir, dan Angkatan Udara. Dengan Angkatan Laut PLA yang sudah lebih besar dari Angkatan Laut AS, ahli strategi AS mengatakan Marinir akan lebih fokus pada penolakan wilayah di lautan selama bagian awal kampanye militer, menggunakan mobile rocket artillery serta pasukan angkatan laut. Berlatih menggunakan pesawat tempur Hornet sebagai pesawat serang maritim, seperti dalam latihan hari Selasa, tampaknya sesuai dengan misi itu.

Harpoon adalah rudal anti-kapal khusus Angkatan Laut AS, diperkenalkan pada tahun 1977, setelah kapal Perusak Israel Eilat ditenggelamkan pada tahun 1967 oleh rudal Styx buatan Soviet yang ditembakkan oleh kapal perang Mesir, membuka mata ahli strategi Amerika tentang potensi senjata anti kapal semacam itu. Sekarang, sebagian Harpoon telah digantikan oleh senjata yang lebih baru seperti AGM-158C Long Range Anti-Ship Missile (LRASM), tetapi Angkatan Laut mengadaptasinya untuk meningkatkan penggunaan pada kapal selam nuklir Los Angeles class.