F-35 dan F-22 akan Saling Bertukar Data

Jakartagreater.com – Northrop Grumman mengumumkan saat ini pihaknya sedang mengerjakan sistem komunikasi terbuka yang akan memfasilitasi pertukaran data antara armada pesawat tempur generasi ke-5, lansir Defense24.

Kedua pesawat tempur generasi 5 yang nantinya akan bisa bertukar data adalah F-22 Raptor dan F-35 Lightning II, karena kedunya adalah pesawat tempur siluman yang saat ini dioperasikan oleh angkatan bersenjata Barat.

Menurut laporan, pekerjaan ini harus dilakukan dengan sangat cepat dan prototipe yang diberi nama gatewayONE akan segera diuji. Ini adalah sistem modular terbuka yang memungkinkan kedua platform akan bisa saling berkomunikasi dan bertukar data dekripsi. Ini akan menjadi dukungan dari sistem ABMS (Advanced Battle Management family of Systems) yang mengintegrasikan berbagai platform dari medan perang dan memberikan pesawat siluman kesadaran situasional yang lebih besar, dan dengan demikian akan saling meningkatkan koordinasi.

Kontrak untuk solusi ini telah ditandatangani Life Cycle Management Center dengan US Air Force command and communication systems, dan Direktorat network solutions.

Northrop Grumman akan memberikan dukungan teknik, teknis, dan manajemen proyek untuk sistem integrasi komunikasi berbasis jaringan antara pesawat generasi ke-5 dari berbagai jenis. Setelah menyelesaikan pekerjaan, tes akan dilakukan dalam waktu empat bulan di laboratorium di darat, dan kemudian di udara setelah dipasangkan di pesawat tempur.

Solusi sistem pertukaran data itu harus dibuat “dengan cepat dan harga yang terjangkau”. Integrasi berbagai kemungkinan baru akan dilakukan dengan menggunakan radio stations yang telah terbukti dari Freedom Family (yang bertanggung jawab untuk sistem komunikasi, navigasi, dan identifikasi). Sistem itu sudah digunakan pada pesawat generasi ke-5 yang terhubung dengan platform pesawat tempur generasi 4 yang lebih tua. Solusi itu diciptakan untuk meningkatkan kemampuan pesawat tempur generasi ke-4, yang dapat menerima informasi dari F-35 dan F-22. Dan dengan sistem itu, pesawat tempur generasi 4 memiliki akses ke berbagai informasi yang lebih luas, sehingga memiliki kemampuan lebih besar untuk dapat menembak target yang biasanya tidak dapat dideteksi sendiri pada jarak yang aman.

Sekarang produksi F-35 hampir mencapai angka maksimum (134 unit diproduksi pada tahun 2019, dibandingkan dengan sekitar 160 setahun yang direncanakan), dan lebih dari 500 F-35 mulai beroperasi di berbagai belahan dunia. Sistem data terintegrasi antara F-35 dengan F-22 Raptor (yang berjumlah sekitar 180 unit) menjadikan keefektifan kerjasama kedua pesawat tempur siluman ini semakin besar.