Ethiopia Siapkan S-300 dan Pansir, Kawal Proyek Bendungan Sungai Nil

Jakartagreater.com – Ethiopia dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara S-300PMU1, sistem pertahanan udara S-125M1 dan sistem pertahanan udara “Pantsir S1” sebagai perlindungan udara untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air -Nil Biru – dengan kapasitas besar 6,45 GW di wilayah Benishangul-Gumuz, lansir Livejournal BMPD.

Ethiopia pada tahun 2011 berencana membangun pembangkit listrik tenaga air Nil Biru (anak sungai kanan Sungai Nil) terbesar di Afrika, Hidase. Objek senilai US$ 4,6 miliar sudah siap 71%, dan Ethiopia pada Juli 2020 berencana untuk mulai mengisi reservoir dengan air dari Sungai Nil.

Mesir dan Sudan khawatir akan menderita kekurangan pasokan air akibat pembangkit listrik tenaga air Ethiopia di Sungai Nil, yang menyebabkan banyak masalah ekonomi dan lingkungan.

Pada tanggal 15 Januari 2020, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan keengganan negaranya untuk terlibat dalam konflik militer atas sumber daya sungai, tetapi menyerukan Khartoum dan Addis Ababa untuk tidak mencoba mengurangi akses volume air yang dibutuhkan Mesir.