Negara yang Berlomba Mengembangkan Rudal Hipersonik

Jakartagreater.com –  Pengujian persenjataan baru terus dilakukan di negara bagian Amerika Serikat kendati ada tentangan dari beberapa penduduk setempat, yang mengatakan bahwa lokasi uji coba militer menjadikan pulau-pulau itu sebagai sasaran potensial bagi musuh AS, dirilis Sputniknews.com, 31-5-2020.

Fasilitas uji Rudal Pasifik, Barking Sands (PMRF) yang berlokasi di pulau Kauai, Hawaii akan segera menjadi tuan rumah Skadron Kontrol Ruang Angkasa Ofensif ke-293 Angkatan Udara AS (the 293rd Offensive Space Control Squadron), tetapi dengan catatan hanya menggunakan kemampuan fasilitas yang ada.

Skadron akan fokus pada mempertahankan sistem komunikasi luar angkasa AS terhadap serangan dari luar dan melakukan peperangan elektronik di ruang angkasa untuk mengganggu komunikasi musuh potensial.

Ini bukan satu-satunya tugas penting yang sedang dilakukan fasilitas untuk Pentagon. PMRF juga merupakan salah satu tempat pengujian utama untuk senjata modern Amerika, khususnya Rudal, yang digunakan oleh agen pemerintah dan kontraktor swasta.

Di antara proyek-proyek lain, PMRF sedang melakukan tes sebagai bagian dari program common-hypersonic glide body – upaya AS pertama yang berhasil mengejar ketinggalan dengan Rusia dan Cina di bidang senjata Hipersonik. Kendaraan Hipersonik ini telah dinamai oleh Trump sebagai Rudal “super-duper” (Rudal Menakjubkan), pengembangannya belum selesai dan kemampuan akhirnya belum diungkapkan.

Pada saat yang sama, Cina dilaporkan bersiap mengirimkan Rudal hipersonik pertamanya ke Tentara Pembebasan Rakyat. Rusia, pada gilirannya, telah menambahkan 2 jenis Rudal Hipersonik ke arsenalnya, kendaraan Hipersonik Avangard glide dan rudal balistik berkemampuan nuklir Kh-47M2 Kinzhal yang diluncurkan lewat udara, yang mana dapat terbang dengan kecepatan Hipersonik.

Selain itu, satu lagi jenis senjata Hipersonik saat ini sedang dikembangkan oleh insinyur militer Rusia dan akan diadopsi oleh angkatan bersenjata di tahun-tahun mendatang.