Mengungkap Bunker Gedung Putih AS Tempat Trump Dilarikan Hindari Demo

Bunker Gedung Putih peninggalan Perang Dunia Kedua menjadi perhatian publik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilarikan ke bunker tersebut. Trump dilarikan ke ruangan itu guna menghindari demonstran yang berkumpul di depan gedung untuk memprotes tewasnya George Floyd.

Kabar Trump dilarikan ke bunker itu berhembus pada Jumat lalu waktu setempat saat para pemrotes berkumpul di luar gedung tersebut bahkan hingga melemparkan batu dan menarik barikade polisi.

Baca Juga:

Putin Tetapkan Ketentuan Penggunaan Senjata Nuklir Rusia

Warga AS Setuju Militer Bantu Polisi Tangani Demonstrasi Kasus Floyd

Dilansir dari Daily Mail, menurut seseorang yang dekat dengan Gedung Putih, Trump berada di bunker itu hampir selama satu jam, namun dia enggan mengungkap lebih jauh. Bungker tersebut dirancang guna mengantisipasi situasi darurat seperti serangan teroris, dan kondisi mendesak lainnya.

Selain itu, Ibu Negara Melania Trump dan putranya Barron, diduga ikut berada dalam bunker tersebut, menurut laporan CNN.

Suasana yang kacau tersebut memaksa pasukan pengawal presiden mengambil keputusan tersebut. Menurut laporan Trump dan keluarganya dilarikan ke Pusat Operasi Darurat Presidensial (PEOC), sebuah bunker yang terletak di Sayap Timur Gedung Putih. Bunker tersebut juga pernah digunakan Wakil Presiden saat itu Dick Cheney, Ibu Negara Laura Bush, dan Ibu Negara Lynne Cheney pada 11 September 2001.

Diketahui PEOC dibangun pada masa kepresidenan Franklin Delano Roosevelt pada awal tahun 1940-an. Di mana saat itu Amerika Serikat tengah terlibat Perang Dunia Kedua.

Lalu Harry Truman, pengganti Franklin Delano Roosevelt memperluas PEOC sebagai bagian dari renovasi besar-besaran kompleks Gedung Putih yang mencakup pembongkaran total dan perluasan struktur.

Selain itu, tempat itu juga diketahui pernah digunakan saat peristiwa 11 September 2001. Pejabat senior pemerintahan George W. Bush karena khawatir pesawat yang dibajak akan mengarah ke Gedung Putih.

Diketahui bunker Gedung Putih tersebut memiliki pintu baja besar otomatis. Bahkan suara desisan pintu tersebut berbunyi keras saat menutup. Pintu tersebut juga merupakan pintu dengan teknologi kedap udara.

“Saya bergegas masuk dan turun melalui sepasang pintu baja besar yang menutup di belakang saya dengan desisan keras, membentuk segel kedap udara. Saya sekarang berada di salah satu lorong bawah tanah yang belum selesai di bawah Gedung Putih, menuju PEOC, Pusat Operasi Darurat Presiden, yang dibangun untuk Presiden Franklin Roosevelt selama Perang Dunia II,” tulis Laura Bush dalam memoarnya pada 2010 dengan judul “Spoken from the Heart”.

Selain itu, lantai bangunan tersebut juga terlihat tua dengan pipa yang tergantung di langit-langit.

PEOC sendiri dirancang sebagai pusat komando selama keadaan darurat. Bangunan tersebut dilengkapi dengan televisi, telepon dan fasilitas komunikasinlainnya.