Jerman akan Upgrade Typhoon dengan Radar AESA Captor-E

Jakartagreater.com – Komite Anggaran Bundestag Jerman menyetujui pembiayaan program modernisasi radar Eurofighter Typhoon dan pembelian 4 kapal perang multiguna MKS 180 dengan opsi tambahan dua kapal perang lagi. Nilai total kedua program persenjataan ini adalah sekitar 8,4 miliar Euro, lansir Defense24.

Keputusan itu dibuat selama pertemuan Komite Anggaran Bundestag dan Kementerian Pertahanan Jerman pada 17 Juni 2020. Semua proyek dengan nilai melebihi 25 juta euro memerlukan persetujuan sebelum menyelesaikan kontrak.

Modernisasi pesawat Eurofighter Typhoon diperkirakan menelan biaya 2,8 miliar Euro. Typhoon diantaranya akan mendapatkan sistem perangkat lunak baru dan radar multi-range AESA Captor-E. Modernisasi ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan tempur Typhoon, termasuk memungkinkan untuk mengemban tugas multifungsi, seperti misi udara ke udara dan udara ke darat.

Secara keseluruhan, 110 pesawat tempur Eurofighter Typhoon milik Luftwaffe akan di modifikasi, kata Kurt Rossner, Pemimpin Departemen Airbus Defense and Space yang berbicara tentang modernisasi yang direncanakan pada awal November tahun lalu.

Jenis radar yang sama mungkin akan dilengkapi dengan mesin yang dipasok oleh Luftwaffe di bawah program “Quadriga”, yang rencananya akan menggantikan pesawat tempur Typhoon varian pertama dan sebagian pesawat serang Tornado yang ditarik.

Selain modernisasi pesawat tempur Typhoon, Kementerian Pertahanan juga akan mengalokasikan anggaran sebesar 5,6 miliar Euro untuk pembangunan 4 kapal perang multiguna modular MKS 180 (Mehrzweckkampfschiff 180) untuk Angkatan Laut Jerman beserta infrastrukturnya, termasuk simulator, dengan opsi tambahan untuk dua unit. Kapal akan dibangun bekerja sama dengan galangan kapal Belanda Damen Schelde Naval Shipbuilding B.V. dari Vlissingen, yang memenangkan tender, dengan galangan kapal Jerman Blohm & Voss dari Hamburg. Ini adalah proyek baru dengan desain yang cukup revolusioner. Pembuatan kapal diharapkan akan dimulai pada tahun 2023, setelah sekitar fase desain tiga tahun, dan pengiriman diharapkan dapat dilakukan pada tahun 2027-2031.

Varian dasar kapal perang ini adalah fregat dengan panjang 155 m dan bobot 9 ribu ton. Selain menggunakan peralatan permanen, fregat juga memiliki ruang untuk tiga slot modul misi khusus yang dapat diganti, yang akan memungkinkan melakukan berbagai jenis tugas yang berbeda.

Fregat MKS 180 akan dipersenjatai dengan sistem rudal pertahanan udara jarak menengah dan pendek, rudal anti-kapal jarak jauh. Fregat juga akan memiliki meriam utama 127 mm yang dapat menembakkan amunisi jarak-jauh, serta meriam otomatis dan senapan mesin untuk perlindungan diri.