Biaya Perawatan Pesawat Tempur Malaysia Tinggi Karena Usia Tua

Kuala Lumpur, Jakartagreater.com – Menteri Pertahanan Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob hari ini menegaskan bahwa umur tua pesawat tempur Royal Malaysian Air Force (RMAF) menjadi salah satu alasan mengapa biaya perawatan pesawat begitu tinggi, lansir Airtimes.

“Kebutuhan suku cadang yang lebih mahal dan keterlibatan tenaga ahli asing dalam melakukan pekerjaan perawatan (MRO) membutuhkan biaya yang tidak sedikit.”

“Selain itu, usia pesawat yang relatif lanjut menjadi penyebab tingginya biaya perawatan,” jelas Menhan saat menutup debat RUU Supplementary Supply (2019) 2020 di tingkat Panitia Kementerian Pertahanan di Dewan Rakyat.

Menyinggung soal anggaran untuk Royal Malaysian Navy (RMN) oleh Wan Hassan Mohd Ramli (Dungun) dan Datuk Seri Shahidan Kassim (Arau), Ismail Sabri menjelaskan bahwa anggaran yang diterima lebih kecil dari yang diminta.

“Kementerian Pertahanan telah mengajukan permohonan sebesar RM 368,842 juta. Namun, kami telah diberi RM 203,7 juta dengan alokasi tambahan sebesar RM 30 juta.”

“Jadi, defisit antara permintaan dan alokasi yang diterima adalah sebesar RM 135,142 juta,” ujarnya.