Brasil Tunda Penjualan Kapal Induk Sao Paulo

Jakartagreater.com – Angkatan Laut Brasil telah menangguhkan pelelangan kapal induk Sao Paolo bulan lalu. Pemerintah Brasil berencana untuk mengkaji kasus kapal induk tersebut, yang dinonaktifkan pada 2018 setelah bertahun-tahun mengalami masalah, lansir Airway1.

Dibangun di Prancis, kapal itu diluncurkan ke laut pada tahun 1960 dan bertugas di Angkatan Laut Prancis dengan nama FS Foch dari tahun 1963 hingga 2000. Dengan bobot perpindahan 32.800 ton dan panjang 265 meter, kapal induk ikut terlibat dalam konflik di Afrika Timur dan Eropa, dan merupakan salah satu dari sedikit kapal yang memiliki sistem ketapel uap selain armada laut AS.

Pada tahun 2000, Brasil membayar US$ 12 juta untuk pembelian Foch dan menamainya Sao Paulo, negara bagian terbesar di negara itu. Kapal itu tiba di Rio de Janeiro pada Februari 2001 untuk menggantikan Minas Gerais, sebuah kapal induk Colossus class asal Inggris.

Di Angkatan Laut Brazil, kapal tersebut memiliki karir yang pendek dan sangat bermasalah, ditandai dengan serangkaian masalah mekanik dan kecelakaan. Karena kecelakaan ini, kapal menghabiskan lebih banyak waktu untuk berhenti daripada berlayar. Hanya menghabiska 206 hari di laut yang menempuh jarak 54.024,6 mil (85.334 km) dan membuat 566 lepas landas pesawat tempur AF-1, sebutan Brasil untuk jet tempur A-4 Skyhawk, yang hari ini dioperasikan dari pangkalan darat.

Pada Februari 2017, setelah meninggalkan proyek peningkatan, komando angkatan laut memutuskan untuk menonaktifkan kapal induk Sao Paulo pada tahun berikutnya dan menjualnya sebagai memo.

Pada bulan Juli, Mediterranean Ships Breaking adalah satu-satunya perusahaan yang akan diakreditasi untuk pelelangan, sementara tujuh pesaing lainnya gagal karena tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan pemberitahuan.

Ketika Prancis menjual Foch ke Brasil, ada perjanjian untuk pembongkaran kapal di masa depan agar tidak merusak lingkungan. Menurut informasi, ada sekitar 900 ton asbes dan logam berat dalam strukturnya dan untuk alasan ini pihak berwenang Prancis meminta agar kapal tersebut dibongkar di galangan kapal Uni Eropa, yang memenuhi persyaratan untuk tujuan ini.

Ketakutan pencemaran lingkungan ini pernah menimpa kapal induk Minas Gerais yang dikirim ke India, di mana kapal-kapal ini dibongkar secara berbahaya.

Angkatan Laut Brasil belum menjelaskan alasan penangguhan atau kapan penawaran akan dilanjutkan.