Menhan RI-Austria Bahas Eurofighter Typhoon

Jakartagreater.com  –  Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto berkunjung ke Wina, Austria, Selasa 20-10-2020, untuk bertemu Menteri Pertahanan Austria, Klaudia Tanner.

Kunjungan Menhan Prabowo Subianto untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral di bidang pertahanan antara kedua negara, dirilis Situs Kemhan RI, Rabu 21-10-2020.

Kedatangan Delegasi Menhan RI yang didampingi Duta Besar RI untuk Austria, Dr. Darmansjah Djumala, Anggota DPR RI Komisi I, Sugiono, serta Atase Pertahanan Berlin, Kol. Kav. Rio Hendrawan Alin Putra. Kedatangan rombongan ke kantor Kementerian Pertahanan Austria disambut dengan upacara penghormatan militer oleh Pasukan Kehormatan Angkatan Bersenjata Austria.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkunjung ke Wina, Austria, Selasa 20-10-2020, untuk bertemu Menteri Pertahanan Austria, Klaudia Tanner. (@ Kemhan RI)

Kedua Menteri Pertahanan melaksanakan pertemuan sekitar satu jam dan membahas peluang peningkatan kerja sama bilateral di bidang pertahanan yang dapat dijajaki lebih lanju,t melalui pembentukan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung (umbrella agreement) kerja sama pertahanan kedua negara di masa akan datang.

Selain membahas isu-isu pertahanan, kedua Menteri juga saling memberikan informasi perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di negara masing-masing.

Pembahasan Pesawat Eurofighter Typhoon

Dimulai dengan sepucuk surat dari Indonesia di musim panas, kini isu bergulir menjadi konkret: Menteri Pertahanan Klaudia Tanner (ÖVP) menerima timpalannya dari Indonesia, Prabowo Subianto pada hari Selasa untuk membahas rencana penjualan 15 pesawat Eurofighter dibicarakan.

Setelah resepsi resmi dengan penghormatan militer, kedua menteri bertemu dengan penasihat mereka untuk berdiskusi. “Hari ini saya bisa berbicara dengan rekan Indonesia saya untuk pertama kalinya. Kami juga berbicara tentang minat yang sudah diungkapkan untuk membeli Eurofighters kami, ”jelas menteri. Ini adalah titik awal untuk diskusi pertama di tingkat teknis, dirilis situs kronen zeitung, 20-10-2020.

Indonesia pertama kali menyatakan minatnya untuk membeli pesawat pencegat itu di musim panas, dan Tanner kemudian mengumumkan bahwa dia ingin menggunakan semua kemungkinan “sehingga kami akhirnya dapat mengakhiri masalah Eurofighter”. Untuk Indonesia, jet kami mungkin hanya akan menjadi solusi penghubung sampai pengiriman pesawat tempur KF-X Korea Selatan, yang akan tersedia paling cepat dalam enam tahun.

Jika kesepakatan tercapai, itu akan menjadi akhir dari perselisihan selama puluhan tahun di Austria, termasuk laporan dan investigasi terhadap Airbus. Namun, satu masalah adalah bahwa penjualan jet Austria memerlukan persetujuan dari keempat negara produsen (Jerman, Italia, Inggris Raya, Spanyol) dan AS. Bagi Austria, kesepakatan yang berhasil juga berarti: Indonesia sekarang memiliki sebuah solusi penghubung (a bridging solution).

Pesawat Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon merupakan pesawat bermesin ganda, sayap canard-delta, dengan kemampuan multiperan. Pesawat tempur Typhoon awalnya dirancang sebagai pesawat tempur superioritas udara dan diproduksi oleh konsorsium Airbus, BAE Systems dan Leonardo yang melakukan sebagian besar proyek melalui perusahaan induk bersama, Eurofighter Jagdflugzeug GmbH, NATO Eurofighter dan Tornado Management Agency, yang mengelola proyek tersebut dan merupakan pelanggan utama.

Pesawat Eurofighter Typhoon memiliki kemampuan melihat di luar batas pandang (BVR), pesawat tempur superioritas udara jarak dekat dengan kemampuan serangan permukaan, dan dapat beroperasi dalam waktu yang lama (sampai 2040). Eurofighter telah memiliki kemampuan supercruise; dapat menembus kecepatan 1 Mach tanpa menggunakan After Burner.