Arkeolog Teliti Gambar Cadas Manusia di Maluku Barat Daya

JakartaGreater – Tim peneliti Balai Arkeologi Maluku meneliti bentuk dan sebaran gambar cadas “Rock Art” manusia (antropormofik) di Pulau Kisar kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan pulau Keimear Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual.

Peneliti Balai Arkeologi Maluku, Lucas Wattimena mengatakan, metode yang digunakan dalam penelitian tahun 2020 yakni “desk study” atau tinjauan pustaka, melalui proses pengumpulan data yakni terdahulu, terbaru dan studi pustaka.

“Lokasi dan hasil penelitian tinjauan pustaka tahun 2020 yakni pulau Kisar sebanyak 10 situs dan Kaimear satu situs,” ujarnya, Sabtu, 19-12-2020. Di Pulau Kisar ditemukan 10 situs dengan 80 bentuk gambar dan 6 tipologi, sedangkan di Pulau Kaimear terdapat 1 situs, 20 bentuk gambar dan 5 tipologi.

Dijelaskannya, sebaran gambar cadas di pulau Kisar yakni Her Sor Sorot, Hera Sorot Entapa, Herku, Intutun, Ilmura, Salpuru, Liotitin, Kulwasuru, Lenhorhorok dan Warukai.

“Di pulau Kisar konsentrasi temuan terbanyak ada di situs Salpuru,” ujarnya. Sementara di pulau Kaimear sebaran gambar cadas yakni 1 situs di Kel Lein Kei Kecil, Dudumahan dua lokasi di kepulauan Kei.

Hasil penelitian tahun 2019-2020 dengan lokus pulau Kaimear Maluku Barat Daya dan Kepulauan Kei. Bentuk gambar cadas yang ditemukan yakni antropormorfik, matahari, perahu, wajah manusia, manusia, cap tangan, ikan, garis lengkung, paralel, simetris, titik, kadal dan ayam.

Sebaran situs gambar cadas di kepulauan Maluku tercatat mulai sejak abad ke-19 hingga sekarang, dan menyebar di pulau Seram, Buru, Kei, Aru, Kisar dan Wetang. Gambar cadas merupakan hasil kreativitas manusia sejak masa lampau tersebar di seluruh dunia, tidak ketinggalan pula di Nusantara.

Dua publikasi dalam jurnal internasional tahun 2014, mengungkapkan bahwa kreativitas seni sudah ada sejak dahulu kala, di mana, manusia mengekspresikan kreativitasnya lewat gambar-gambar tangan dan figur hewan di dinding dan langit-langit gua, dan media lainnya. [Ant].