Mengapa AS Khawatir Sekutunya Membeli Sistem Pertahanan S-400 ?

JakartaGreater  –  AS telah mengecam sekutu NATO-nya, Turki, atas keputusannya yang terakhir untuk membeli sistem Rudal pertahanan udara dari Rusia, dan sekarang menekan India untuk meninggalkan rencana untuk membeli senjata yang sama dari Moskow, dirilis Sputniknews.com, Jumat 26-3-2021.

AS diduga khawatir jet silumannya terlihat oleh S-400. Hal ini menjadi kecurigaan di balik upaya Washington untuk menghalangi sekutu dan mitranya untuk membeli sistem Rudal Rusia, ungkap sebuah mwdia online The National Interest.

National Interest mengindikasikan bahwa jet tempur F-22 dan F-35, serta pembom siluman B-2 Spirit, mengandalkan kecepatan dan kemampuan masuk dan keluar dari zona radar pertahanan udara dengan cepat.

Namun, seperti yang ditunjukkan oleh outlet tersebut, S-400 telah menjadi semakin canggih karena sekarang mengkomunikasikan data radar mereka secara real-time.

Menurut situs online The National Interest, fitur ini memungkinkan S-400 untuk meniadakan keuntungan jet AS dan memberi sistem senjata Rusia kemampuan untuk secara efektif melacak dan menembak jatuh pesawat siluman Amerika.

Outlet online tersebut memposting sebuah cerita yang menunjukkan bahwa fitur S-400 yang telah lama diiklankan Moskow, mungkin berada di balik upaya Pentagon baru-baru ini, untuk meyakinkan India agar meninggalkan rencana untuk membeli sistem Rudal pertahanan udara Rusia.

Itu juga akan menjelaskan mengapa Washington memberikan sanksi terhadap sekutu NATO-nya – Turki – setelah Turki menolak untuk membuang S-400 yang telah dibelinya.

Bagaimana Washington Menentang Penjualan S-400 di Seluruh Dunia.

AS mengklaim pada saat itu bahwa motif sanksi dan pembekuan penjualan F-35 ke Ankara adalah ketidakcocokan senjata Rusia dengan jaringan pertahanan NATO.

Belakangan, Washington menuduh bahwa Rusia dapat memperoleh informasi penting tentang F-35 melalui S-400 yang ditempatkan di Turki, tetapi menolak untuk bekerja dengan Ankara untuk mencegah potensi kerentanan.

Baru-baru ini, Gedung Putih menyalahkan Turki karena dinilai tidak bertindak sebagai “sekutu AS” karen membuat keputusan untuk membeli S-400 dari Rusia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menepis kritik dari Gedung Putih atas kesepakatan pemerintahnya dengan Moskow dan berulang kali mengingatkan Washington bagaimana Ankara gagal mendapatkan sistem Rudal Patriot dari AS selama bertahun-tahun.

Dia menjelaskan bahwa Turki tidak punya pilihan lain selain mencari di tempat lain untuk meningkatkan keamanan nasionalnya. Dia menolak semua upaya AS untuk mencampuri urusan kedaulatan negara dan menyarankan pembentukan kelompok kerja untuk mencapai kompromi tentang masalah tersebut. Namun, proposal tersebut sejauh ini telah diabaikan oleh AS.

*Foto : S-400 Triumf(@Russia MoD).