PT PAL Siapkan Pembangunan Kapal Selam Seluruhnya Produksi Lokal

70276 kapal selam pt pal indonesia

JakartaGreater – PT PAL Indonesia siap mewujudkan Kapal Selam Whole Local Production Melalui PMN 2021.

Dengan dilaksanakannya penyerahan Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN TA 2021 oleh Kemenkeu kepada PT PAL Indonesia (Persero) pada Kamis, 30 Desember 2021, sebesar Rp1,28 triliun menjadi dorongan bagi PT PAL untuk melakukan peningkatan pada kemampuan produksi, SDM, dan fasilitas.

Pengelolaan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021 akan difokuskan pada perwujudan cita-cita pembangunan kapal selam yang sebelumnya berfokus ke Joint Section menjadi Whole Local Production, ungkap laman Instagram PT PAL Indonesia.

Melalui PMN 2021, PAL dalam rangka menyiapkan diri menjawab kebutuhan alutsista nasional khususnya kapal selam dengan tentunya melakukan strategi penguasaan teknologi kapal selam dan pengembangan teknologi kapal selam ke depan termasuk kapal selam tanpa awak. Dari aspek peningkatan kapabilitas SDM diukur dari keikutsertaan pelatihan dan sertifikasi, dari aspek peningkatan kapasitas produksi diukur melalui realisasi pembangunan fasilitas produksi, pengadaan perlatan produksi sehingga mampu melakukan produksi kapal selam secara mandiri.

Sebelumnya Presiden Jokowi dalam pidatonya di Hari Jadi TNI pada 5 Oktober 2021 menyampaikan bahwa “Kebijakan belanja pertahanan, kini harus berubah menjadi Investasi Pertahanan”. Berdasar pernyataan tegas tersebut, pemerintah memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada industri pertahanan dalam negeri untuk dapat berkontribusi lebih besar dalam upaya modernisasi alutsista. Pembangunan fasilitas produksi kapal selam memiliki nilai strategis, yakni meminimalisir ketergantungan terhadap industri alutsista luar negeri. Harapannya pembangunan serta perawatan kapal selam dapat dilakukan di dalam negeri, sehingga Indonesia mampu secara mandiri dalam menjaga ketahanan matra lautnya.

c8218 kapal selam pt pal
Kapal Selam Indonesia (PT PAL Indonesia)

Dalam penuturannya Direktur Utama PAL menyampaikan bahwa pada tahun 2015 telah diterima penyaluran PMN APBN 2015 ke PAL sebesar 1,5 Triliun Rupiah. Dana PMN tersebut diwujudkan dengan pembangunan Fasilitas Produksi Kapal Selam (Faskasel) di PAL. Tidak menunggu lama setelah pembangunan selesai, Faskasel langsung dimanfaatkan untuk pekaksanaan joint section kapal selam Nagapasa Class yang nantinya diresmikan sebagai KRI Alugoro – 405. Dalam proses joint section tersebut PAL sukses mendapatkan predikat zero defect pada seluruh alur pengelasan. Dalam kurun waktu yang juga simultan, PAL juga melaksanakan Overhaul KRI Cakra – 401.

Kemudian di tahun 2021, PAL mendapatkan penambahan PMN pada APBN Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 1,28 Triliun Rupiah. Penambahan dana tersebut bertujuan untuk melengkapi kemampuan SDM, fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan agar PAL yang sebelumnya mampu melaksanakan joint section menjadi mampu melaksanakan whole local production, ungkap situs PT PAL Indonesia.

Dengan fasilitas produksi kapal selam yang meningkat, diharapkan dapat menimalisir ketergantungan akan industri alutsista luar negeri.

Dituturkan oleh Dirut PT PAL Indonesia (Persero), Kaharuddin Djenod, bahwa peningkatan kemampuan produksi yang dimaksud adalah fasilitas-fasilitas yang akan dilengkapi, di antaranya: pembangunan Ship Lift, Glassfiber Reinforced Plastic (GRP) Shop, Painting Shop, Blasting Shop, Torpedo Shop, dan lain sebagaiya.

*Foto cover: Kapal Selam Indonesia (PT PAL Indonesia)