Bantu Ketertiban Umum, 12 Pesawat Terbang dari Rusia ke Kazakhstan

JakartaGreater – Dua belas pesawat angkut militer Il-76 dan An-124 yang membawa prajurit dari kontingen penjaga perdamaian CSTO dan peralatan, terbang dari lapangan terbang Chkalovsky di wilayah Moskow ke Kazakhstan, ujar seorang pejabat di Kementerian Pertahanan mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat, dikutip TASS, 8/1/2021.

“Dua belas pesawat angkut militer Rusia Il-76 dan An-124 terbang dari lapangan terbang Chkalovsky dekat Moskow untuk segera mengirimkan prajurit dan peralatan pasukan udara ke lapangan terbang Almaty dan Zhetygen di republik Kazakhstan,” kata kementerian itu.

Pejabat itu menekankan bahwa segera setelah kedatangan, unit kontingen Rusia dari pasukan penjaga perdamaian CSTO akan mulai melaksanakan tugas yang diberikan.

Pasukan Rusia yang tergabung dalam CSTO terbang ke Kazakhstan. (@Russia Mil.ru)

Kementerian Pertahanan Rusia membentuk kelompok udara lebih dari 70 Il-76 dan lima pesawat An-124 untuk mentransfer unit kontingen Rusia dari pasukan penjaga perdamaian CSTO ke Kazakhstan.

Pasukan penjaga perdamaian CSTO tidak akan ambil bagian dalam operasi pasukan Kazakhstan untuk menghadapi perusuh dan memulihkan ketertiban di negara itu, kata Kementerian Pertahanan Rusia kepada wartawan, Jumat.

Penjaga perdamaian CSTO membantu lembaga penegak hukum Kazakh untuk menjaga ketertiban di negara itu, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov kepada wartawan.

Keamanan telah disediakan untuk konsulat jenderal Rusia di Almaty dan beberapa kantor penting lainnya, katanya.

Pasukan Rusia yang tergabung dalam CSTO terbang ke Kazakhstan. (@Russia Mil.ru)

Itulah kesepakatan antara Kazakhstan dan CSTO, kata kementerian itu. Pasukan penjaga perdamaian hanya akan melindungi fasilitas infrastruktur utama seperti bandara, katanya.

Protes meletus di beberapa kota Kazakh pada 2 Januari, kemudian berkembang menjadi kerusuhan massal dan serangan terhadap kantor-kantor pemerintah. Ribuan korban telah dilaporkan, termasuk korban jiwa.

Presiden Kazakhstan meminta bantuan kepada Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, aliansi militer bekas republik Soviet. Unit penjaga perdamaian pertama sudah mulai memenuhi tugas mereka di Kazakhstan. Pemerintah mengatakan ketertiban umumnya telah dipulihkan di semua wilayah negara itu pada pagi hari tanggal 7 Januari, sementara situasinya adalah yang paling sulit di Almaty.