Navantia Spanyol Kunjungi Kementerian Pertahanan Indonesia

JakartaGreater – Wakil Menteri Pertahanan Indonesia (Wamenhan) M. Herindra menerima kunjungan CEO Navantia Shipbuilding Spanyol, Agustin Blanco yang didampingi oleh Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Francisco De Asis Aguilera Aranda di kantor Kementerian Pertahanan Jakarta, Senin, 3/10/2022, ungkap laman Kementerian Pertahanan RI.

Navantia merupakan perusahaan pembuat kapal Spanyol yang menawarkan layanan untuk sektor militer dan sipil, serta merupakan perusahaan kapal terbesar kelima di Eropa, dan terbesar kesembilan di dunia dengan galangan kapal di seluruh dunia.

Navantia merancang, membangun, dan mendukung semua jenis kapal permukaan dan kapal selam. Selain itu Navantia juga melakukan diversifikasi produk di bidang lain seperti energi terbarukan, industri lepas pantai dan semua jenis layanan yang dibutuhkan oleh industri maritim.

Wakil Menteri Pertahanan Indonesia (Wamenhan) M. Herindra menerima kunjungan CEO Navantia Shipbuilding Spanyol, Agustin Blanco. (@Kemhan RI)

Produk dari Navantia

Beberapa produk kapal perang permukaan dari Navantia antara lain, fregat multi misi: F100, F110, F310. Untuk korvet ada: Avante 2200, 300, 1400, 1800.

Ada juga Air Warfare Destroyers (AWD) HOBART, serta Aircraft Carrier/LHD Multi misi ATHLAS 26000 yang bisa mengangkut pesawat tempur namun juga bisa melakukan operasi amfibi.

Korvet Avante 2200 Al-Diriyah, Royal Saudi Naval Force. (@Navantia)

Untuk kapal selam, Navantia memproduksi S-81.

Salah satu kapal selam yang dibangun Navantia untuk Angkatan Laut Spanyol adalah Kapal selam S-81 Isaac Peral.

S-81 Isaac Peral merupakan salah satu kapal selam non-nuklir terbesar di dunia. Kapal jarak jauh berbobot 2.965 ton ini akan membawa kemampuan baru untuk Angkatan Laut Spanyol dan sedang ditawarkan di pasar ekspor. Uniknya, kapal selam non-nuklir ini dilengkapi kemampuan untuk meluncurkan rudal Tomahawk.

Desain S-80 Plus ditandai dengan penggunaan sistem AIP (air independent power) sel bahan bakar bioetanol. Dikenal sebagai BEST (Bio-Ethanol Stealth Technology), Navantia menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan sistem AIP lainnya. Setelah digunakan, etanol direformasi untuk mengatasi kebutuhan penyimpanan hidrogen secara terpisah di atas kapal. Sementara Kapal selam AIP lainnya membutuhkan tangki hidrogen.

Kapal selam S-80 Plus akan dipersenjatai dengan tiga senjata utama: torpedo kelas berat DM2A4, rudal anti-kapal Sub-Harpoon UGM-84 dan ranjau dasar laut SAES.

Kapal direncanakan juga akan dilengkapi dengan rudal jelajah serangan darat UGM-109 Tomahawk. Kemampuan ini akan menempatkan Angkatan Laut Spanyol dalam kelompok elit operator kapal selam dengan kemampuan serangan strategis ‘malam pertama’. Sementara pesanan Tomahawk telah menjadi sejarah bagi Spanyol. kapal selam tetap memiliki kemampuan untuk membawa Tomahawk jika mereka diperoleh di masa depan. Kemampuan ini unik di antara kapal selam non-nuklir NATO.

Navantia juga menyediakan sistem pertempuran (CATIZ), kontrol persenjataan (DORNA), manajemen pertempuran (SCOMBA) dan berbagai sistem lainnya.

*Foto depan: Kapal selam S-81 Isaac Peral (@Navantia).