Pesawat Tempur KF-21 Korsel-RI Sukses Uji Penerbangan, What’s Next?

JakartaGreater – Prototipe Pesawat tempur KF-21 Boramae 001 (KFX/IFX) melakukan penerbangan selebrasi pada 28 September 2022, di mana pesawat memamerkan kemajuan perkembangan kepada pejabat pertahanan Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia, di Sacheon, Gyeongsang Selatan.

Dalam pertunjukan ini, pesawat KF-21 Boramae terbang selama 19 menit dengan roda pendaratnya ditarik.

Meskipun KF-21 001 telah melakukan penerbangan uji dengan roda pendarat yang ditarik mulai bulan Juli, ini adalah pertama kalinya penerbangan yang diungkapkan ke publik.

Pesawat prototipe pertama telah melakukan berbagai tes penerbangan sejak penerbangan pertamanya pada bulan Juli. Pesawat prototipe ke-2 hingga 6 dijadwalkan untuk melakukan pengujian dalam waktu dekat. Sebanyak 2.000 uji terbang sorti akan dilakukan KF-21 sebelum tahun 2026.

Kerja Sama Solid

Keberhasilan flight test dari pesawat KF-21 Boramae merupakan bentuk nyata dari keberhasilan pengembangan pesawat tempur ini, dan merupakan sebuah perkembangan yang sudah lama ditunggu.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Indonesia (Wamenhan RI) M. Herindra kepada Menteri Pertahanan Korea Selatan, Lee Jong-Sup, dan Menteri DAPA (Defense Acquisition Program Administration), Eom Dong Hwan, saat menghadiri Ceremony of Celebration of KFX/IFX di Sacheon Air Base, Korea Selatan, 28/9/2022, ungkap laman Kementerian Pertahanan Indonesia.

“Indonesia boleh bersikap optimis bahwa suatu saat kelak KF-21 Boramae akan menjadi bagian dari sistem pertahanan udara Indonesia”, ujar Wamenhan M. Herindra.

Herindra menambahkan, bahwa program pesawat tempur KFX/IFX merupakan program pengembangan bersama yang dilakukan oleh kedua negara, Korea Selatan dan Indonesia.

kerja sama pesawat tempur indonesia korea selatan e1664872116336
Uji Penerbangan prototype Pesawat tempur KF-21 Boramae (KFX/IFX) di Korea Selatan. (@ Kemhan RI)

Perjalanan program kerja sama ini cukup panjang, diawali dengan penandatangan Letter of Intent (LOI) oleh kedua negara pada tahun 2009. Kemudian dalam perjalanannya kerja sama ini juga mengalami renegosiasi hingga akhirnya berhasil mencapai kesepakatan yang lebih solid pada 2021. Pada bulan November 2021 secara musyawah kedua pihak telah merumuskan kembali sebuah joint agreement.

“Pada tahun 2022, program ini sudah pada tahap Engineering Manufacture Development (EMD). Ini merupakan tahapan di mana sudah dihasilkan beberapa prototipe pesawat yang siap untuk pengujian terbang”, ujar Wamenhan RI.

M. Herindra menilai Program Pengembangan pesawat tempur KFX/IFX ini merupakan salah satu program nasional yang memiliki nilai strategis bagi bangsa Indonesia, karena bertujuan memenuhi kebutuhan pesawat tempur TNI AU untuk periode 2025 – 2040.

pesawat tempur kfx 2 e1664872532379
Perakitan pesawat tempur KF-21 Boramae (@KAI Korea)

Karenanya, terkait proses alih teknologi yang telah disepakati bersama, Wamenhan RI mengharapkan agar dapat dijalankan selaras dengan syarat operasional sebuah alat utama sistem persenjataan (alutsista), untuk mendukung cita-cita Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan Industri Pertahanan Nasional.

Kirim Insinyur ke Korea Selatan

Selain itu, program ini juga bermanfaat bagi peningkatan kemampuan sumber daya manusia kedua negara. Indonesia, misalnya, telah mengirimkan sebanyak 37 personel engineer dan dua personel test pilot dari TNI AU yang bersertifikasi Internasional untuk mengikuti kegiatan di Korea Selatan sebagai upaya proses alih teknologi.

pesawat tempur kfx e1664871588552
Prototype Peawat tempur KFX/IFX (@KAI Korea)

Indonesian menargetkan mengirim 100 personil engineer, yang secara rotasi akan mengikuti program di Korea Selatan. Program ini sendiri telah dimulai sejak September 2021 dan diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2026.

pesawat tempur kfx 4 e1664872700775
Mock up pesawat tempur KF-21 Boramae. (@ KAI Korea)

Saat di Kantor Pusat PT KAI di Sacheon Air Base, Korea Selatan, Wamehan M. Herindra juga sempat bertemu dan memberikan arahan serta semangat kepada 37 personil engineer dari Indonesia ini.

“Indonesia tetap berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan program Pengembangan Bersama Pesawat Tempur KFX/IFX, serta meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan antara pemerintah RI dengan ROK”, ujar Wamenhan RI.

Baca juga: fregat, Kazakhstan

*foto cover: Prototipe Pesawat tempur KFX/IFX (KF-21 Boramae) melakukan penerbangan perdana 19/7/2022. (@ KAI Korea)