Drone Black Hornet Batalion 1 Resimen Infanteri 506 “Red Currahee”

JakartaGreater – Batalion 1 Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” pergi ke Pusat Pelatihan Kesiapan Gabungan, Fort Polk Louisiana, AS pada bulan lalu, untuk menguji kemampuan tempur mereka.

Batalion 1 Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” diuji baik secara fisik dan mental dalam pertarungan melawan kekuatan lawan yang tangguh dan mampu mengatasinya, ungkap laman Batalion 1, Resimen Infanteri 506 “Red Currahee”, 14/10/2022.

Batalion 1 Resimen Infanteri 506 Red Currahee e1665843898585
Latihan tempur Batalion 1, Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” di Fort Polk Louisiana, AS (@ 1st Battalion, 506th Infantry Regiment “Red Currahee”)

Red Currahee dinobatkan sebagai salah satu Batalion berkinerja terbaik dalam beberapa tahun terakhir yang datang untuk berlatih di JRTC.

Batalion 1 Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” dinilai sebagai Batalion yang paling cakap dan siap, yang bisa pergi ke mana saja di dunia dan bertarung dan memenangkan pertempuran berikutnya di mana pun mereka berada.

Batalion 1 Resimen Infanteri 506 Red Currahee 3 e1665843940535
Latihan tempur Batalion 1, Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” di Fort Polk Louisiana, AS (@ 1st Battalion, 506th Infantry Regiment “Red Currahee”)

Batalion ini merupakan pasukan airborne light infantry yang telah bertempur sejak perang dunia kedua, perang vietnam, Irak, hingga Afghanistan.

Dalam latihan militer ini, selain mempermahir taktik penggunaan peluncur roket dan senjata mesin berat, pasukan juga berlatih menggunakan drone pengintai berukuran mini Black Hornet, yang bisa diletakkan di atas tapak tangan.

Batalion 1 Resimen Infanteri 506 Red Currahee 5 e1665843990185
Latihan tempur Batalion 1, Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” di Fort Polk Louisiana, AS (@ 1st Battalion, 506th Infantry Regiment “Red Currahee”)

Drone ini memiliki panjang 15 sentimeter dan bobot 33 gram. Black hornet mampu terbang sejauh 2 km dengan kecepatan 21 km/jam selama 25 menit untuk sekali isi baterai.

UAV ini dapat mengambil foto resolusi HD serta live video. Data dikirim ke operator di darat yang dilengkapi ground control station ukuran kecil mini yang bisa terus menerus berkomunikasi dengan drone black hornet dengan data yang terenkripsi (dalam kode). Drone mini ini tahan di suhu -10 hingga 43 selsius, serta kuat menahan terpaan angin 20 knot.

Batalion 1 Resimen Infanteri 506 Red Currahee 2 e1665844202310
Latihan tempur Batalion 1, Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” di Fort Polk Louisiana, AS (@ 1st Battalion, 506th Infantry Regiment “Red Currahee”)

Dengan drone mini black hornet ini, pasukan Batalion 1 Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” bisa melihat medan perang di depan serta tantangan di sekitar wilayah yang dia tempati, yang sebelumnya tidak bisa dilihat secara realtime oleh pasukan kecil.

Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” memiliki dua batalion. Batalion 1, 506th Infantry Regiment (1-506th IR) ditugaskan ke Brigade 1 Combat Team. Sementara Batalyon 2 ditugaskan ke Brigade 3 Combat Team. Kedua batalion bernaung di 101st Airborne Division.

Batalion 1 Resimen Infanteri 506 Red Currahee 6 e1665844043806
Latihan tempur Batalion 1, Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” di Fort Polk Louisiana, AS (@ 1st Battalion, 506th Infantry Regiment “Red Currahee”)

Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” pun sempat dikisahkan dalam film miniseri Band of Brothers, buatan HBO tahun 2001, sebagai pasukan Company E (“Easy Company”), yang merupakan Batalion 2 dari Resimen Infanteri 506.

  • photo cover: Latihan tempur Batalion 1 Resimen Infanteri 506 “Red Currahee” menggunakan drone mini black hornet di Fort Polk Louisiana, AS (@ 1st Battalion, 506th Infantry Regiment “Red Currahee”)