Alasan Hungaria Pilih Lynx sebagai Kendaraan Tempur Infanteri

Rheinmetall pada 15 Oktober 2022 menyerahkan batch pertama dari total 209 kendaraan tempur infanteri Lynx kepada Pasukan Pertahanan Hongaria (HDF).

Penyerahan IFV Lynx ini dilakukan dua tahun setelah pesanan dibuat, ungkap CEO Rheinmetall AG Armin Papperger, saat menyerahkan kendaraan tempur infanteri itu kepada Menteri Pertahanan Hungaria Kristóf Szalay-Bobrovniczky, dikutip laman Rheinmetall, 15/10/2022.

Lynx akan menjadi tulang punggung pasukan infanteri mekanik Hungaria.

Pada bulan September 2020, Kementerian Pertahanan Hungaria telah memberikan Rheinmetall pesanan untuk memasok kendaraan tempur infanteri dan produk serta layanan terkait dengan nilai total lebih dari €2 miliar.

Paket pengiriman termasuk amunisi dan logistik, serta sembilan kendaraan pemulihan lapis baja modern Buffalo, sembilan jembatan yang diluncurkan kendaraan lapis baja (AVLB) dan 16 truk.

Turret MK30-2 / ABM automatic cannon (@ Rheinmetall)

Hungaria adalah negara anggota NATO dan UE pertama yang menerima sistem tempur berat sedang modular Lynx yang baru dikembangkan dari Rheinmetall. Kontrak penting ini merupakan terobosan besar di pasar pertahanan global untuk kendaraan tempur baru yang inovatif dari kelompok teknologi berbasis Düsseldorf.

Lynx KF41 untuk HDF dikirim dalam tujuh varian termasuk kendaraan tempur infanteri standar (IFV), pos komando, pengintaian, joint fire observer, pembawa mortir, kendaraan ambulans lapangan dan kendaraan pelatihan pengemudi.

Kontrak juga mencakup produk dan layanan Rheinmetall tambahan seperti simulator, pelatihan dan instruksi, ditambah pasokan suku cadang awal serta dukungan pemeliharaan.

Lynx IFV dilengkapi dengan turret (kubah) Lance 30mm, serta sistem proteksi aktif terintegrasi StrikeShield, keduanya juga dikembangkan oleh Rheinmetall.

Batch pertama dari 46 kendaraan Lynx akan dikirim dari pabrik Rheinmetall di Jerman. Pada akhir tahun depan, Rheinmetall akan mulai mengirimkan kendaraan yang tersisa dari pabrik mereka di Hungaria.

Untuk tujuan ini, pemerintah Hungaria dan Rheinmetall sepakat pada Agustus 2020 untuk mendirikan usaha patungan yang bertanggung jawab untuk menciptakan fasilitas produksi Lynx di Hungaria.

Konsep Lynx mencakup keluarga kendaraan yang lengkap, terdiri dari modul sasis dan kit misi fleksibel dalam berbagai varian.

Ini berarti kendaraan dasar dapat dikonfigurasi sebagai kendaraan tempur infanteri, sistem pertahanan udara, kendaraan komando atau ambulans lapangan.

Selain itu, beralih dari satu konfigurasi ke konfigurasi lainnya dapat dilakukan dalam hitungan jam. Berkat keseragaman kendaraan dasar, sistem ini akan menghasilkan biaya siklus hidup yang jauh lebih rendah, sekaligus memungkinkan pengguna militer beradaptasi dengan perubahan persyaratan taktis dan/atau meningkatkan kemampuan baru. Kemampuan bertahan hidup, mobilitas, dan daya mematikan yang luar biasa menjadi ciri Lynx.

Kendaraan tempur infanteri Lynx (@ Rheinmetall)

Turret Lance mengoperasikan sistem sensor yang disempurnakan untuk sepenuhnya terintegrasi dengan amunisi 30mm (kinetic energy time fused -KETF) yang dapat diprogram, serta terintegrasi dengan sistem rudal anti tank Spike 2 LR modern.

Segala fitur ini memberikan kemampuan untuk bertarung dalam medan perang yang komprehensif untuk ancaman simetris dan asimetris.

Lynx sepenuhnya didigitalkan yang dibangun di atas arsitektur kendaraan generik NATO (NGVA) yang memungkinkan integrasi awak, dan kendaraan dapat diintegrasikan ke dalam jaringan medan perang yang lebih luas. Kesadaran situasional yang ditingkatkan memungkinkan deteksi target yang cepat atau handoff target. Selain itu Lynx juga mendukung integrasi kemampuan penginderaan multi-spektral termasuk UAV dan amunisi jelajah dengan target di luar garis pandang.

Lynx menggabungkan modularitas sistem perlindungan pasif dan aktif yang memberikan kemampuan perlindungan berlapis terhadap ancaman medan perang yang ganas.

*photo cover: Kendaraan tempur infanteri Lynx (@ Rheinmetall)