Gandeng Diehl Defense, PT PAL Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak

PT PAL Indonesia tengah mengembangkan produk terbaru yakni Kapal Selam Autonomous (KSOT) atau dikenal dengan kapal selam tanpa awak, dalam upaya menjaga kedaulatan negara dan memenuhi kebutuhan pertahanan bawah laut militer Indonesia.

“Proyek kapal selam autonomous ini merupakan mandat dari Kementerian Pertahanan kepada PT PAL. Sudah sejak beberapa waktu lalu, kita diharapkan bisa menghasilkan suatu produk kapal selam yang memiliki efek gempur yang tinggi sekaligus dikendalikan tanpa awak” ujar CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, dikutip laman PT PAL Indonesia, 2/11/2022.

CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod melakukan penandatanganan MoU dengan Diehl Defense, yang diwakili oleh Helmut Rauch selaku CEO perusahaan asal Jerman, saat gelaran Indo Defence 2022, di Jakarta.

CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod melakukan penandatanganan MoU dengan CEO Diehl Defense, Helmut Rauch di Indo Defence 2022, Jakarta, 2/11/2022. (@ PT PAL Indonesia)
CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod melakukan penandatanganan MoU dengan CEO Diehl Defense, Helmut Rauch di Indo Defence 2022, Jakarta, 2/11/2022. (@ PT PAL Indonesia)

Underwater Missile

“Penyerapan TKDN dalam KSOT lebih tinggi, dalam KSOT kita melakukan kerja sama dengan perusahaan asal Jerman yang berfokus pada produksi underwater missile. Direncanakan dalam proyek KSOT, underwater missile akan dibangun secara joint production, dan dilakukan di Indonesia” ujar Kaharuddin.

CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod melakukan penandatanganan MoU dengan CEO Diehl Defense, Helmut Rauch di Indo Defence 2022, Jakarta, 2/11/2022. (@ PT PAL Indonesia)
PT PAL Indonesia dan Diehl Defense Jerman bekerja sama dalam mengembangkan underwater missile (@ PT PAL Indonesia)

Pengembangan kapal selam tanpa awak sendiri merupakan jawaban bagi kebutuhan alutsista pertahanan maritim, khususnya pertahanan bawah laut. Pengembangan desain dan rencana pembangunan kapal selam autonomous sendiri tengah berlangsung di PT PAL Indonesia.

“Kapal selam autonomous bisa dibangun dalam kurun waktu yang terbilang singkat, yakni kurang lebih selama 12 bulan dan siap menjalankan fungsi asasi tempur. Dan KSOT sendiri memiliki periode operasi yang sangat panjang, dimana hal ini tidak dapat dilakukan oleh kapal selam dengan awak. Konsep strategi yang diusung KSOT hampir mirip dengan Kapal Serang Ringan (KSR)” tuturnya.

Direncanakan kapal selam tanpa awak ini memiliki panjang 25 meter, kecepatan sebesar 12 knot serta dilengkapi dengan Artificial Intelligence (AI), yang dapat dimonitor dari jarak jauh untuk mengirimkan informasi ke pusat komando. Melalui kerja sama dengan Diehl Defense, Kapal Selam Autonomous (KSOT) nantinya juga akan dilengkapi persenjataan, layaknya kapal selam pada umumnya.

PT PAL Indonesia dan Diehl Defense Jerman bekerja sama dalam mengembangkan underwater missile, 2/11/2022 (@ PT PAL Indonesia)

Tak hanya itu, dalam kerja sama ini juga membahas adanya upaya penguasaan teknologi kunci persenjataan bawah permukaan (kapal selam). Seperti yang diketahui, bahwa Jerman merupakan salah satu negara tertua dalam pengembangan teknologi kapal selam dan persenjataannya. Alih-alih hanya menciptakan drone bawah laut, PT PAL Indonesia yang dipimpin oleh Kaharuddin Djenod melakukan terobosan dengan menghadirkan Kapal Selam Autonomous (KSOT), yang tidak hanya melakukan patroli laut, namun memiliki kapabilitas untuk menembakkan senjata dari dalam laut.

“Sesuai amanat Presiden Jokowi, bahwa fokus industri pertahanan saat ini adalah menuju kemandirian. Sehingga kedepan dapat meminimalisir ketergantungan negara terhadap impor alutsista, sekaligus merubah stigma akan belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan” ujar Kaharuddin Djenod.

Indonesia sebagai negara yang 70% luas wilayah berupa perairan, penting akan adanya dukungan kapal selam. Mengingat pembuatan kapal selam pada umumnya memerlukan investasi yang besar dan dalam rentang waktu tertentu, Kapal Selam Autonomous (KSOT) dapat menjadi solusi.

Dalam produksinya, Kapal Selam Autonomous direncanakan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih besar dibanding produk-produk kapal perang lainnya.Kapal selam Autonomous sendiri belum banyak dimiliki oleh negara-negara maju.

Rudal Andalan Diehl Defense

Salah satu rudal andalan produksi Diehl Defense adalah rudal IRIS-T SLM yang merupakan versi jarak menengah dari sistem rudal pertahanan udara IRIS-T SL.

Rudal Iris-T SLM Diehl Defense (@ Diehl Defense)
Rudal Iris-T SLM Diehl Defense (@ Diehl Defense)

Sistem ini memberikan perlindungan 360 derajat yang komprehensif terhadap pesawat, helikopter, rudal jelajah, dan senjata berpemandu. Rudal ini memungkinkan untuk menghadapi beberapa target secara simultan dari jarak sangat pendek hingga menengah dalam waktu reaksi yang sangat singkat.

Sistem radar multi-fungsi yang berbeda dapat diintegrasikan ke dalam sistem pertahanan udara IRIS-T SLM. IRIS-T SLM cocok untuk penyebaran mobile dan stasioner.

*photo cover: Rudal Iris-T SLM Diehl Defense (@ Diehl Defense)