Indonesia Bangun Sistem Rudal Pertahanan Udara

Memiliki sistem pertahanan udara yang handal sangat dibutuhkan oleh sebuah negara di tengah perkembangan teknologi militer yang terus menciptakan alat militer dan alat perang baru.

Tidak ada negara yang ingin berperang dan untuk mencegah negara lain agar tidak berpikir untuk berperang, adalah dengan menciptakan sistem persenjataan yang modern, antara lain dengan sistem pertahanan udara yang dapat diandalkan.

Perang antara Azerbaizan dan Armenia beberapa waktu silam menunjukkan pada dunia bahwa drone muncul di dalam perang modern sebagai persenjataan yang mematikan. Drone-drone modern ini bisa menghancurkan tank dan berbagai kendaraan lapis baja militer.

Drone dari pihak Ukraina juga sempat tampil di awal konflik dengan Rusia. Namun akhir akhir ini, serangan drone dari Ukraina tidak terdengar lagi. Rusia memang dikenal dengan sistem pertahanan udaranya yang canggih, baik itu sistem pertahanan rudal maupun pesawat tempur. Sistem pertahan Rusia ini tampaknya memiliki peran yang membuat serangan udara dan drone dari pihak Ukraina menjadi terbatas.

Dari dua peristiwa itu bisa diambil gambaran bahwa drone bisa mendapatkan kisah sukses di medan pertempuran, jika negara yang dilawan tidak dilengkapi dengan sistem pertahanan yang kuat. Namun jika pertahanan udara sebuah negara kuat, maka serangan drone bisa dinetralisir.

Kerja Sama Sistem Rudal Indonesia dengan Turki

Dalam rangkaian Indo Defence 2022, di Jakarta, Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani sejumlah kontrak kerja sama dengan berbagai negara, salah satunya dengan Turki.

Sejumlah kerja sama yang disepakati antara lain: kerja sama jual beli antara Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Roketsan, Turkiye dan PT. Noahtu Shipyard.

Baca juga: Pembangunan Kapal Perang Indonesia Dilengkapi Rudal Canggih

Kerja sama ini meliputi: Khan Missile System, Roketsan Trisula-O Missile System (OMS), Trisula-O Weapon System (OWS), Trisula-U Missile System, Trisula-U Weapon System (UWS), dan Atmaca Missile at FFBNW OPV and OPV 90 M, ungkap laman Kementerian Pertahanan Indonesia, 7/11/2022.

Penandatanganan kerja sama Indonesia dengan Turki disaksikan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto dan Vice Chairman of The Board Havelsan Sedat Karakas, 2/11/2022, di Jakarta. (@Ismail Demir )

Penandatanganan kerja sama Indonesia dengan Turki dilakukan oleh Kabaranahan Kemhan RI Marsda TNI Yusuf Jauhari, bersama President & CEO Havelsan Dr. Mehmet Akif NACAR dan Chairman of the board Prof. Dr. Hacl Aki Mantar.

Penandatanganan  ini disaksikan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto dan Vice Chairman of The Board Havelsan Sedat Karakas, 2/11/2022, di Jakarta.

Presiden Badan Industri Pertahanan Turki Prof. Dr. Ismail Demir dalam akun twitternya 3/11/2022 mengatakan: “Perjanjian kerja sama bidang kedirgantaraan dan kendaraan lapis baja telah ditandatangani berikut ekspor rudal pertahanan udara, sistem manajemen tempur, kontrol kapal dan beberapa sistem lain yang dikembangkan oleh industri pertahanan Turki ke Indonesia”.

Sistem Rudal Pertahanan Udara Trisula

Hisar-O merupakan sistem rudal pertahanan udara jarak menegah keluarga HISAR Air Defense Missile System, dengan jangkauan 20+km. Versi Indonesia diberi nama Trisula-O Missile System (OMS).

HISAR Air Defense Missile System (@Roketsan)
HISAR Air Defense Missile System (@Roketsan)

Sementara Hisar-U merupakan sistem rudal pertahanan udara jarak jauh dengan jangkauan 100+km dan bisa menarget sasaran high altitude. Versi Indonesia diberi nama Trisula-U Missile System.

Sistem penjejak dari Hisar-O adalah pelacak inframerah.

Rudal Pertahanan Udara Hisar digunakan untuk melindungi pangkalan militer, pelabuhan, fasilitas, dan pasukan dari serangan pesawat bersayap putar dan tetap, rudal jelajah, rudal udara-ke-darat, dan kendaraan udara tak berawak (UAV).

HISAR Air Defense Missile System (@Roketsan)

Sistem rudal Hisar memiliki struktur modular sebagai bagian dari konsep keluarga, dan dirancang agar kompatibel dengan berbagai platform, pengendalian tembakan, dan infrastruktur kendali komando.

Baca juga: PT PAL, Lundin Indusrty Invest dan Kongsberg Garap Kapal Perang Baru

HISAR Air Defense Missile System

Khan Missile System

KHAN merupakan rudal balistik taktis versi ekspor dari Rudal BORA yang saat ini digunakan oleh Angkatan Bersenjata Turki. Rudal balistik taktis  Bora dikembangkan oleh perusahaan Turki ROKETSAN.

BORA memiliki diameter 610 mm, panjang 8 meter, berat total 2800 kg, yang dilengkapi ramjet dengan jangkauan maksimum 280 hingga 700 km. BORA memiliki daya ledak tinggi atau fragmentasi seberat 570 kg.

Sementara Versi Ekspor yang disebut KHAN memiliki diameter 610 mm dengan berat 2.500 kg. Rudal balistik dengan hulu ledak 470 kg ini memiliki jangkauan 80 hingga 280 km.

Rudal KHAN memberikan daya tembak yang akurat dan efektif pada sasaran strategis di medan perang.

Peluncur Sistem Rudal balistik BORA / KHAN (@Roketsan)
Peluncur Sistem Rudal balistik BORA / KHAN (@Roketsan)

Rudal dapat diluncurkan dari 8×8 Multi-Barrel Rocket Launcher [MBRL]. Sesuai dengan kebutuhan pengguna, Rudal KHAN diluncurkan dari platform Tatra 8×8 dan juga dapat diluncurkan dari platform kendaraan beroda taktis lainnya yang kompatibel dan integrasi.

Target dari rudal KHAN adalah: Target tertentu dengan Akurasi Tinggi; Artileri dan Sistem Pertahanan Udara; Situs Radar; Area Perakitan; Fasilitas Logistik; Fasilitas C3, serta Target Prioritas Tinggi Lainnya.

Kerja Sama Lain

Menteri Pertahahan Indonesia Prabowo mengapresiasi komitmen kuat Turki dalam mendukung kerja sama industri pertahanan, baik dalam kerangka Government to Government (G to G) maupun business-to-business (B to B ).

“Kerja sama G to G dan B to B ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri pertahanan Indonesia,” ujar Menhan Prabowo saat bertemu dengan Ismail Demir.

Sejumlah kerja sama lain yang disepakati antara lain: penandatanganan kontrak kerja sama jual beli antara Kemhan dengan Havelsan, Turkiye, DEFEND ID/PT. PAL, PT. Noahtu Shipyard dan PT. Tesco Indomaritim, meliputi: CMS Offishore Patrol Vessel (OPV) Warship, CMS Offishore Patrol Vessel (OPV) 90 M Warship, CMS (KCR) 90 M Warship, CMS Frigate Warship.

Selanjutnya, penandatanganan kontrak kerja sama jual beli antara Kemhan dengan Bogazici Savunma Teknolojileri, Turkiye dengan kegiatan Antidrone and Weapory, penandatanganan kontrak kerja sama jual beli antara Kemhan dengan Tais Gemi Insa Ve Teknoloji A.S., Turkiyedengan kegiatan Kapal Cepat Rudal (KCR) Full Combat Mission.

Selain itu ada juga penandatanganan kerja sama: pengembangan shooting simulator, parachute simulator dan flight simulator.

PT Falah Inovasi Teknologi (Falah) dan Havelsan akan melakukan inovasi pada perangkat keras dan perangkat lunak dari sistem agar dapat sesuai dengan kebutuhan alutsista aparat militer Indonesia, aparat keamanan, aparat penegak hukum dan berbagai pasukan khusus.

*photo cover: Sistem Rudal balistik BORA / KHAN (@Roketsan)

Satu pemikiran pada “Indonesia Bangun Sistem Rudal Pertahanan Udara”