Pindad dan Norinco Teken MoU Pengembangan Rudal Anti Tank

Perusahaan alat-alat pertahanan Indonesia, PT Pindad menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan China North Industries Corp (NORINCO), terkait Pengembangan Teknologi Anti-tank Guided Missile.

Dengan MoU ini PT Pindad dan Norinco akan menjajaki kerja sama terkait MKB (Munisi Kaliber Besar) dan peralatan pendukung lainnya.

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose didampingi Vice President Pengembangan Bisnis, Yayat Ruyat dengan General Manager Asia-Pacific Dept NORINCO, Lin Wei, pada 07 November 2022 di  PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, ungkap laman PT Pindad.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada Norinco atas jalinan kerja sama dengan PT Pindad.

PT Pindad menandatangani MoU dengan Norinco China, 7/11/2022, terkait Anti Tank Guided Missile (ATGM). (@ PT Pindad)

“Setelah sebelumnya kita sudah mempersiapkan semuanya akhirnya penandatanganan ini dapat dilakukan, kita berharap dengan adanya penandatanganan MoU ini ked epannya kedua perusahaan dapat terus bekerja sama lebih baik lagi.” ujar Abraham Mose.

Baca juga: Panser Badak Skyranger Tampil di Indodefence 2022

General Manager Asia-Pacific Dept Norinco, Lin Wei dalam mengucapkan rasa terima kasih terhadap sambutan yang diberikan PT Pindad.

“PT Pindad merupakan perusahaan yang sudah beroperasi sangat lama dan sangat berpengalaman membuat penandatanganan ini merupakan bab baru bagi Norinco karena dapat bekerja sama dengan PT Pindad dan dapat membawa Norinco lebih berkembang.” Ujar Lin Wei.

Alutsista Norinco

Peralatan militer yang menjadi andalan NORINCO di bidang anti-tank guided missile, adalah ATGM HJ Family atau Red Arrow.

ATMG Red Arrow yang diproduksi oleh Norinco terus berkembang dalam beberapa varian. Model pertama adalah HJ-73 (Hongjian-73) (Red Arrow 73) produksi tahun 1979.

HJ-73 merupakan rudal anti-tank yang model pertamanya salinan dari rudal anti-tank 9M14M Malyutka Soviet. Model yang baru kemudian dikembangkan di China.

Mockup ATGM HJ-12 / Red Arrow-12 (@Mztourist - commons.wikimedia)
Mockup ATGM HJ-12 / Red Arrow-12 (@Mztourist – commons.wikimedia)

Varian berikutnya adalah: HJ-8 produksi tahun 1985, HJ-9 produksi tahun 1992, HJ 9A produksi tahun 2005, HJ-10 (tahun 2014), HJ-10A, hingga HJ-12 (tahun 2014).

HJ-10 merupakan ATGM tipe Non-line-of-sight (NLOS), sementara HJ-12 ATGM tipe Fire and Forget dengan fitur Lock-On Before Launch (LOBL).

Baca juga: Pindad Tampilkan Panser Anoa 3 di Indodefence 2022

ATGM HJ-12 merupakan generasi ketiga dari ATGM China yang dikatakan mirip dengan ATGM Javelin Amerika Serikat.

ATGM ini senjata portabel yang bisa ditembakkan dari bahu, tetapi juga bisa dipasang pada tripod atau kendaraan lapis baja beroda dan berantai.

ATGM HJ-12 memiliki jangkauan sekitar 4 km untuk siang hari dan 2 km pada malam hari, serta bisa ditembakkan dari dalam gedung atau bunker karena sistem peluncurannya yang ringkas.

Operasi HJ-12 membutuhkan waktu kurang dari 2 menit, dan waktu 15 seken untuk isi ulang amunisi.

HJ-12 (Red Arrow 12) didisain untuk menghancurkan tank tempur utama, bunker, kapal kecil, serta helikopter yang terbang rendah.

Setelah diluncurkan, rudal akan mencari secara mandiri ke targetnya, sehingga memungkinkan operator untuk segera berlindung atau memuat ulang untuk menyerang target lain.

ATGM HJ-10 / Red Arrow-10 yang dipasang di kendaraan lapis baja (@81.CN)
ATGM HJ-10A / Red Arrow-10A yang dipasang di kendaraan lapis baja (@81.CN)

Hulu ledak menggunakan desain muatan berbentuk tandem untuk menembus armor asli (RHA) setelah menembus armor reaktif eksplosif dari tank baja.

Saat menghadapi target titik non-lapis baja, bunker, dan benteng, rudal dapat dilengkapi dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi atau efek termal (bakar).

Teknologi fire-and-forget-nya akan mengurangi jumlah operator anti-tank yang dibutuhkan di medan perang, yang menurunkan kemungkinan korban.

Saat menyerang tank musuh dan kendaraan lapis baja, HJ-12 bertujuan untuk menghancurkan bagian atas targetnya, titik yang lebih rentan.

HJ-12 adalah rudal anti-tank portabel pertama China, yang meningkatkan kemampuan Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat untuk memiliki pasukan infanteri yang lebih modern dan bergerak.

Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan China menyamai pengembangan rudal anti-tank yang dibuat oleh perusahaan pertahanan Barat, seperti FGM-148 Javelin dan Spike.

Rudal itu juga tersedia untuk diekspor yakni HJ-12E.  Pada Juli 2021, ATGM HJ-12 dimasukkan ke dalam layanan Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat China.

*photo cover: Rudal ATGM HJ-12 / Red Arrow-12 Norinco (@Mztourist – commons.wikimedia)

Satu pemikiran pada “Pindad dan Norinco Teken MoU Pengembangan Rudal Anti Tank”