Pesawat Tempur Rafale, Jet Tempur KFX/IFX dan Kemandirian Indonesia

“Rafale kita kejar. F-15 mungkin kita dikejar, sambil memacu kemampuan untuk membuat pesawat sendiri. Saya yakin beberapa tahun lagi kita memiliki pesawat tempur yang cukup canggih produksi bangsa kita sendiri”, ungkap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Kisah sukses bangsa Indonesia yang bisa membuat pesawat terbang pada tahun 1980-an bukanlah sebuah pencapaian yang kebetulan dan mudah.

Awal kebangkitan teknologi kedirgantaraan Indonesia dimulai saat Presiden Soekarno mengirim para pemuda Indonesia untuk belajar teknologi, fisika dan kedirgantaaan ke luar negeri.

BJ Habbie dikirim bersama sejumlah pemuda lain di sekitar tahun 1957- 1958, namun Indonesia baru bisa membuat pesawat pertamanya pada tahun 1980-an.

Ini artinya Indonesia butuh waktu sekitar 25 tahun atau seperempat abad, untuk bisa menguasai teknologi tersebut. Sayang, Indonesia kemudian tidak waspada dan tidak mengembangkannya.

Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional TNI AU 2022: “Tantangan TNI AU dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan”,  di Jakarta, 8/11/2022.

Baca juga: Prototipe ke-2 Pesawat Tempur KFX/IFX Sukses Terbang Perdana

Menurut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, sudah waktunya Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya di bidang teknologi dan juga sumber daya manusianya.

Kebutuhan militer Indonesia harus ditopang oleh industri yang kuat dan tidak bisa hanya mengandalkan pembelian dari luar negeri saja.

Teknologi elektronika, informatika, komputerisasi, serta artificial intelligence kini sangat menentukan peradaban manusia. Ilmu-ilmu itulah yang membuat revolusi peradaban manusia.

Peperangan  jika ada saat ini, akan dimenangkan oleh mereka yang menguasai teknologi dan elektronika.

Sadar akan keperluan itu, Kementerian Pertahanan pun telah menambah fakultas baru untuk pendidikan S2-S3 di Universitas Pertahanan, seperti Fakultas Teknik, Teknologi, Matematik & Ilmu Pengetahuan Alam hingga, Kedokteran Militer.

Pesawat Tempur Rafale

Indonesia saat ini sedang memproses pembelian pesawat tempur Rafale dari Prancis dan juga rencana F-15 dari AS. Namun Indonesia sadar tidak mungkin terus menerus mengandalkan pengadaan alutsista dari luar negeri.

Indonesia tetap mengejar yang canggih tapi juga memacu pembangunan pesawat terbang sendiri. Kemampuan para penerbang harus ditopang oleh industri dalam negeri yang kuat.

Prototipe ke-2 Pesawat Tempur KFX/IFX / KF-21 002 "Boramae" Sukses Terbang Perdana. (@ DAPA Korea Selatan)
Prototipe ke-2 Pesawat Tempur KFX/IFX / KF-21 002 “Boramae” Sukses Terbang Perdana. (@ DAPA Korea Selatan)

Bangkit dengan Pesawat KFX/IFX 

Upaya Indonesia untuk membangun pesawat tempur sendiri, antara lain dengan berkerja sama dengan Korea Selatan dalam membuat pesawat tempur KFX/IFX, sejak beberapa tahun lalu. Indonesia masih kekurangan sekitar 9 teknologi kunci dalam membangun pesawat tempur, namun telah mendapatkan 48 teknologi lainnya.

Menurut Prabowo, biaya untuk membeli pesawat tempur generasi ke-4 Rafale sangat mahal, mencapai Euro 120 juta untuk satu pesawat, tanpa dukungan lainnya. Sementara dana untuk membangun satu pesawat tempur KFX/IFX sebesar Euro 60 hingga 70 juta, atau setengah dari harga satu pesawat tempur Rafale.

Baca juga: Indonesia Bangun Sistem Rudal Pertahanan Udara

“Indonesia perlu pesawat tempur yang canggih namun juga harus bisa terjangkau oleh anggaran negara”, ujar Prabowo.

Dengan anggaran sebesar 5 sampai 6 juta dolar untuk pembelian pesawat tempur Rafale, Indonesia ke depannya bisa mendapatkan pesawat tempur dua kali lebih banyak jika menggunakan pesawat tempur KFX/IFX.

Keuntungan lainnya adalah, para insinyur dan teknisi Indonesia akan bisa bekerja dan mengembangkan ilmu serta kemampuan mereka.

“Rafale kita kejar. F-15 mungkin kita dikejar, sambil memacu kemampuan untuk membuat pesawat sendiri. Saya yakin beberapa tahun lagi kita memiliki pesawat tempur yang cukup canggih produksi bangsa kita sendiri”, ungkap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Video Pemaparan Menhan Prabowo

*photo cover: Pesawat Tempur Rafale (@Dassault Aviation – A. Pecchi)