Indonesia-Turki Bentuk Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto menandatangani MoU kerja sama industri pertahanan bersama Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar usai keduanya mengikuti pertemuan bilateral antara kedua negara, di sela-sela KTT G20, di Nusa Dua, Bali, 14/11/2022.

Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral antara pejabat negara Indonesia dengan Turki, yang dipimpin Menteri Pertahanan (Menhan) Indonesia, Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, ditandatangani tujuh Memorandum of Understanding (MoU), dikutip dari laman Kementerian Pertahanan Indonesia, 14/11/2022.

MoU itu antara lain, di bidang: Industri Pertahanan yang diteken oleh Menhan Prabowo, MoU kerja sama riset teknologi & inovasi oleh Kepala BRIN Laksana Trihandoko, MoU bidang lingkungan & MoU bidang kehutanan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, MoU bidang Pembangunan, MoU bidang Bus Bertenaga Listrik, serta MoU pengembangan Jalan Tol Trans-Sumatera yang disaksikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menteri Pertahanan Indonesia
Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto menandatangani MoU kerja sama industri pertahanan bersama Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar di sela-sela KTT G20, di Bali, 14/11/2022. (@Kemhan RI)
Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Indonesia-Turki

Menhan Prabowo Subianto menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan Turki terus berkembang semakin kuat dan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Erdogan 14/11/2022, akan diumumkan kerja sama tingkat baru dengan pembentukan dewan kerja sama strategis tingkat tinggi kedua negara, yang merupakan tonggak penting dalam hubungan Indonesia dengan Turki sejak terjalinnya kemitraan strategis Indonesia-Turki pada tahun 2012.

Baca juga: Pembangunan Kapal Perang Indonesia Dilengkapi Rudal Canggih

“Semakin majunya hubungan Indonesia dengan Turki tidak hanya semakin memantapkan fondasi kerja sama G to G, tetapi yang terpenting untuk meningkatkan hubungan dan persaudaraan antar negara. Bagaimanapun, ukuran keberhasilan hubungan bilateral adalah bagaimana hubungan itu dapat berkontribusi dalam memperkuat ikatan dan kemakmuran antara kedua negara dan rakyatnya,” ujar Menteri Pertahanan Prabowo.

Acara penandatanganan MoU tidak saja G to G, namun juga B to B yang menunjukkan eratnya hubungan kedua negara dan kedalaman kerja sama Bilateral Indonesia dengan Turki.

Hubungan bilateral kedua negara mampu membawa hasil nyata yang bermanfaat bagi kemakmuran rakyat Indonesia dan Turki.

MoU yang ditandatangani merupakan hasil dari proses selama tiga tahun.

Kesepakatan Lain Didiskusikan dan Negosiasi

“Besar harapan saya agar kesepakatan yang ditandatangani hari ini dapat segera dilaksanakan oleh instansi pemerintah terkait di kedua negara. Hal ini akan menginspirasi dan memotivasi kesepakatan-kesepakatan lain yang saat ini sedang didiskusikan dan dinegosiasikan oleh kedua institusi pemerintah khususnya perdagangan bebas, yang juga akan memotivasi sektor swasta lainnya untuk mengikutinya,” ujar Menhan Prabowo.

Sementara Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu yang memimpin delegasi Turki mengatakan, MoU yang ditandatangani ini merupakan salah satu bukti nyata hubungan kerja sama bilateral kedua negara yang makin erat.

Setelah acara penandatanganan ini akan disaksikan momen bersejarah dalam hubungan bilateral kedua negara dengan dibentuknya dewan kerja sama strategis tingkat tinggi.

Kerja Sama Sebelumnya

Dalam rangkaian Indo Defence 2022, 2 – 5 November 2022 di Jakarta, Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani sejumlah kontrak kerja sama dengan berbagai negara, salah satunya dengan Turki.

Sejumlah kerja sama yang disepakati antara lain: kerja sama jual beli antara Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Roketsan, Turkiye dan PT. Noahtu Shipyard.

Kerja sama ini meliputi: Khan Missile System, Roketsan Trisula-O Missile System (OMS), Trisula-O Weapon System (OWS), Trisula-U Missile System, Trisula-U Weapon System (UWS), dan Atmaca Missile at FFBNW OPV and OPV 90 M.

Penandatanganan kerja sama Indonesia dengan Turki dilakukan oleh Kabaranahan Kemhan RI Marsda TNI Yusuf Jauhari, bersama President & CEO Havelsan Dr. Mehmet Akif NACAR dan Chairman of the board Prof. Dr. Hacl Aki Mantar.

Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto dan Vice Chairman of The Board Havelsan Sedat Karakas, 2/11/2022, di Jakarta.

Presiden Badan Industri Pertahanan Turki Prof. Dr. Ismail Demir dalam akun twitternya 3/11/2022 mengatakan: “Perjanjian kerja sama bidang kedirgantaraan dan kendaraan lapis baja telah ditandatangani berikut ekspor rudal pertahanan udara, sistem manajemen tempur, kontrol kapal dan beberapa sistem lain yang dikembangkan oleh industri pertahanan Turki ke Indonesia”.

Kerja sama ini dibutuhkan untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia raya.

Sejumlah kerja sama lain yang disepakati antara lain: penandatanganan kontrak kerja sama jual beli antara Kemhan dengan Havelsan, Turkiye, DEFEND ID/PT. PAL, PT. Noahtu Shipyard dan PT. Tesco Indomaritim, meliputi: CMS Offishore Patrol Vessel (OPV) Warship, CMS Offishore Patrol Vessel (OPV) 90 M Warship, CMS (KCR) 90 M Warship, CMS Frigate Warship.

Selanjutnya, penandatanganan kontrak kerja sama jual beli antara Kemhan dengan Bogazici Savunma Teknolojileri, Turkiyedengan kegiatan Antidrone and Weapory, penandatanganan kontrak kerja sama jual beli antara Kemhan dengan Tais Gemi Insa Ve Teknoloji A.S., Turkiyedengan kegiatan Kapal Cepat Rudal (KCR) Full Combat Mission.

Selain itu ada juga penandatanganan kerja sama: pengembangan shooting simulator, parachute simulator dan flight simulator.

PT Falah Inovasi Teknologi (Falah) dan Havelsan akan melakukan inovasi pada perangkat keras dan perangkat lunak dari sistem agar dapat sesuai dengan kebutuhan aparat militer Indonesia, aparat keamanan, aparat penegak hukum dan berbagai pasukan khusus.

*photo cover: HISAR (Trisula) Air Defense Missile System (@Roketsan)