Tembakan Meriam Kapal Cepat Rudal KRI Halasan Hancurkan Target

Kapal perang Indonesia, tipe Kapal Cepat Rudal KCR 60M, KRI Halasan-630 melakukan pengujian kelayakan tempur, dengan Live Firing Test (LFT) Meriam utama (main gun) 57mm Mk3 Bofors.

Uji penembakan ini dilakukan di utara perairan Surabaya, Jawa Timur, setelah kapal perang ini sebelumnya menjalani magnetic particle test (MPT) beberapa waktu lalu, ungkap laman PT PAL Indonesia, 22/11/2022.

Kapal Cepat Rudal KRI Halasan-630 yang telah diserahterimakan kepada TNI AL pada tahun 2014, kini tengah menjalankan skema Fit for But Not With (FFBNW) di PT PAL Indonesia.

Kegiatan ini meliputi proses instalasi senjata, integrasi sistem sensor dan senjata, serta rangkaian pengujian kelaikan tempur.

Baca juga: Pembangunan Kapal OPV 90M dan 90 Pesanan Kemhan RI

“Dalam pembangunan Alutsista, tentunya memiliki beragam dinamika yang ada. Pandemi dan perubahan geopolitik dunia mengakibatkan perubahan peta permintaan Alutsista, yang berimbas pada bertambahnya waktu dalam mendapatkan pasokan Alutsista secara global. Akan tetapi kami manajemen PT PAL beserta seluruh Insan PAL tidak lantas menjadikan dinamika yang ada sebagai sebuah hambatan” ujar Chief Operating Officer (COO) PT PAL Indonesia, Iqbal Fikri.

Meriam kapal perang
Live Firing Test: Tembakan Meriam Kapal Cepat Rudal KRI Halasan Hancurkan Target (@PT PAL Indonesia)

Pelaksanaan Live Firing Test ini dihadiri pula oleh tim kelaikan dari Kementerian Pertahanan Indonesia, Mabes TNI AL, penyedia senjata dan penyedia sistem manejemen senjata.

Melalui skema FFBNW, PT PAL Indonesia telah menjalankan perannya bukan hanya sebagai pembangun platform Alutsista, namun juga melakukan integrasi sistem persenjataan di kapal perang ini.

Live Firing Test di KCR-60 M ini menggunakan sistem Pusat Informasi tempur yang sudah terinstal di KRI Halasan-630. Sistem ini telah dinyatakan sukses dan memenuhi persyaratan yang diberikan dalam melakukan penembakan target permukaan (surface target) serta penembakan target di udara (air target).

Setelah pelaksanaan penembakan langsung dengan Meriam utama (main gun) 57mm Mk3 Bofors, uji berikutnya dilanjutkan dengan Latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) kapal, baik tingkat 1 (satu) maupun tingkat 2(dua) pada awal Desember 2022.

Baca juga: Untuk Pertama Kali Destroyer Jepang Tembakkan Rudal SM-3 Block IIA

“Proven design & capability PT PAL terkait KCR telah teruji sehingga pada kesempatan ini kita tidak hanya mampu membangun kapal cepat secara bangunan atau platform saja, akan tetapi kemampuan mengintegrasikan senjata secara utuh yang menjadi pengalaman teruji dari PT PAL. Kami memastikan bahwa ke depan, pembangunan Alutsista di PT PAL akan lebih tepat mutu dan lebih tepat waktu” ujar Chief Operating Officer (COO) Iqbal Fikri.

Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan variant Fast Patrol Boat (FPB), saat ini PT PAL Indonesia kembali dipercaya oleh Kementerian Pertahanan Indonesia untuk mengintegrasikan sistem senjata pada KCR KRI Halasan-630 dan KRI Kerambit-627, serta dua unit KCR Kapak dan KCR Panah dalam proses pembangunan.

KRI Halasan (630) adalah kapal cepat rudal kelas Sampari dari Angkatan Laut Indonesia.

kapal perang ini dilengkapi dengan meriam utama Bofors MK.3 57mm yang dapat dikendalikan secara otomatis melalui Fire Control System, sefrta dua pucuk meriam kaliber 20mm DENEL Vektor G12. Kapal cepat rudal ini juga membawa empat tabung peluncur rudal Exocet MM40 Block 3 yang memakai skema FFBNW.

Kapal KCR-60M memiliki bobot kosong mencapai 460 ton dengan dimensi panjang 59,8 meter serta lebar 8,1 meter. Adapun Kecepatan maksimum 28 knot dan bisa menjelajah sejauh 2.400 mil laut atau 4.445 Km.