Destroyer Siluman Buatan India, Cerita di Balik Pembangunannya

Kapal perang destroyer kedua dari empat unit Project 15 Bravo (P15B) yang dibangun India telah diserahkan kepada Angkatan Laut pada 24/11/2022, ungkap Indian Navy.

(Project 15B) merupakan kapal perang canggih tipe stealth guided missile yang dibuat oleh galangan kapal dalam negeri India, Mazagon Dock Shipbuilders (MDL), di Mumbai.

Mazagon Dock Shipbuilders Limited mendapatkan kontrak untuk membangun empat kapal perang destroyer Project 15B, Visakhapatnam Class, pada pada 28 Januari 2011.

Adapun destroyer pertama dari project 15B, yakni INS Visakhapatnam, telah bergabung dengan Angkatan Laut India pada November tahun lalu.

kapal perang destroyer
Penyerahan Destroyer INS Mormugao ke Angkatan Laut India, 24/11/2022. (@Indian Navy)

Destroyer Canggih Visakhapatnam Class

Destroyer Mormugao dibangun dengan tingkat otomatisasi yang sangat tinggi dengan jaringan digital canggih seperti: Jaringan Data Kapal berbasis Gigabyte Ethernet (GESDN), Sistem Manajemen Tempur (CMS), Sistem Manajemen Daya Otomatis (APMS) dan Sistem Manajemen Platform Terintegrasi (IPMS).

Baca juga: Naval Group dan PT PAL Kembangkan Teknologi Kapal Selam

Kapal perang INS Mormugao memiliki panjang 163 m, lebar 17 m, bobot 7.400 ton, daya jelajah 4.000 mil laut, kecepatan maksimum 30 knot, dengan awak 312 orang.

Detroyer ini dipersenjatai dengan rudal supersonik Brahmos dan rudal permukaan-ke-udara jarak jauh Barak-8.

kapal perusak destroyer
Destroyer INS Visakhapatnam (@Indian Navy)

Pembangunan INS Mormugao dimulai pada Juni 2015 dan diluncurkan ke laut pada tahun 2016.

INS Mormugao menyelesaikan uji coba dasarnya pada 14 Desember 2021 dan memulai uji coba laut perdananya pada 19 Desember 2021.

Bergabungnya kapal perang jenis siluman ini semakin meningkatkan Combat Readiness dari Angkatan Laut India.

Perjuangan India bersama Mazagon Dock Shipbuilders untuk membangun destroyer siluman Visakhapatnam Class, tidaklah mudah. Butuh kerja keras, tekad baja, segudang ilmu dan trik untuk mewujudkannya.

Batu Loncatan: Destroyer Rajput Class 

Pada tahun 1980-an, India menandatangani perjanjian dengan Uni Soviet untuk pembangunan lima kapal destroyer berpeluru kendali, yang diberi nama Rajput class. Kapal pertama, INS Rajput bertugas di Angkatan Laut India pada 30 September 1980

Destroyer guided-missile Rajput class ini dibangun oleh galangan  kapal Mykolayiv Shipyard, Ukraina (Eks-Soviet) sebagai  modifikasi dari kapal destroyer Kashin class, Uni Soviet.

destroyer india
Destroyer INS Ranvir, Rajput class India (@ PH1 SMITH – US Navy)

Destroyer Rajput class dibangun oleh galangan kapal eks Uni Soviet, setelah banyak menerima modifikasi desain dari India, termasuk penggantian landasan helikopter menjadi lift penerbangan, serta perubahan besar pada elektronik dan sistem tempur.

Baca juga: PT PAL dan Havelsan Sepakat Garap CMS dan Sistem Tempur Fregat

Destroyer Dalam Negeri Delhi Class

Berbekal ilmu dan desain dari Destroyer Rajput Class, galangan kapal India Mazagon Dock Limited memberanikan diri untuk membangun destroyer yang diberi nama Project 15 atau Delhi Class.

Perancangan dan pengembangan kapal dimulai pada tahun 1980.

Awalnya, kapal ini disebutkan untuk menjadi kapal perang fregat lanjutan dari Godavari class India, dengan penambahan peluncur roket RBU-6000 ASW dan propulsi turbin gas.

Namun tawaran Soviet pada tahun 1983 untuk turbin gas reversibel dan sistem senjata modern, membuat kapal didisain ulang dari fregat 3.500 ton menjadi kapal destroyer 6.300 ton.

Direktorat Desain Angkatan Laut India menyelesaikan desain sekitar pertengahan 1980-an.

kapal perang destroyer
Destroyer INS Mysore, Delhi class (@ John L. Beeman – US Navy)

Tes model dari destroyer dilakukan di SSPA, Swedia pada tahun 1985 dan secara paralel di Institut Krylov, Uni Soviet pada tahun 1986.

Biro Desain Severnoye pun memberikan input desain untuk senjata dan paket propulsi.

Adapun Sistem supresi antarmuka untuk kompatibilitas elektromagnetik dipasok oleh Soviet.

India memiliki tiga destroyer dari Delhi class, yakni: Delhi- D61, Mysore-D60 dan Mumbai- D62, yang dibangun pada tahun 1987 hingga 2001.

Destroyer Delhi class digambarkan sebagai perpanjangan dari destroyer Rajput class yang beberapa elemennya yang digabungkan dari fregat Godavari class India dan destroyer Sovremennyy class Soviet.

Naik Kelas ke Destroyer Siluman: Kolkata Class

Sebelum sampai ke tahapan membangun destroyer Visakhapatnam Class, galangan kapal Mazagon Dock Shipbuilders, terlebih dahulu membangun destroyer Kolkata Class (Project 15 A), sebanyak tiga unit: INS Kolkata, INS Kochi dan INS Chennai yang dibangun mulai tahun 2003 hingga 2015.

Destroyer Kolkata class mendapatkan 2300 item modifikasi dari pendahulunya, Delhi class, meliputi: persenjataan, sensor dan sistem helikopter.

kapal perang india

Destroyer INS Kolkata (@ U.S. Navy – Mass Communication Specialist Seaman Drace Wilson)

Kolkata class yang bersifat siluman menandai pencapaian yang signifikan dari India untuk mendapatkan teknologi kapal perang.

Desteoyer Kolkata class dilengkapi sistem peluncur VLS, 4×8 cell untuk rudal permukaan ke udara Barak 8.

Adapun pertahanan permukaan anti-kapal menggunakan rudal Brahmos, VLS 2×8 cell.

Untuk urusan anti-kapal selam destroyer ini menggunakan torpedo 4 × 533 mm dan 2 × RBU-6000 anti-submarine rocket launchers .

Adapun meriam dan senjata menggunakan 1 × OTO Melara 76 mm naval gun dan 4 x AK-630 CIWS.

Upgrade Destroyer Lama Rajput class

Dari lima unit destroyer Rajput class, kini tinggal tiga unit yang aktif. INS Rajput pensiun tahun 2021, sementara INS Ranjit pensiun tahun 2019 yang dijadikan target dalam latihan penembakan kapal oleh Angkatan Laut India di TROPEX-21 .

Destroyer Rajput class memiliki peran perang anti-pesawat dan anti-kapal selam untuk pertahanan gugus tugas kapal induk melawan kapal selam, pesawat terbang rendah, dan rudal jelajah.

Baca juga: Pembangunan Kapal Perang Indonesia Dilengkapi Rudal Canggih

Setelah menguasai teknologi dan mampu membangun destroyer di dalam negeri sendiri, kini India pun, bisa menguprade destroyer destroyer yang sudah tua, untuk menjadi peralatan pertahanan yang mematikan.

Destroyer Rajput class adalah kapal pertama di Angkatan Laut India yang menggunakan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos. Sistem ini diinstal saat kapal perang ini harus menjalani servis/ reparasi mid-life. Rudal jelajah supersonik BrahMos ini sekaligus menggantikan S-125M SAM di INS Ranvir dan INS Ranvijaya.

Angkatan Laut India juga berencana untuk meningkatkan propulsi destroyer Rajput class dengan mesin Kaveri Marine Gas Turbine (KMGT) yang dikembangkan di dalam negeri oleh DRDO yang saat ini dalam tahap pengujian.

Perjalanan untuk Kemandirian

India membutuhkan waktu 20 tahun lebih sejak desain/ perancangan kapal perang destroyer pertama buatan dalam negeri (Dehli class), hingga memulai produksi destroyer siluman Kolkata class.

Jika dihitung sejak destroyer Kolkata class yang beroperasi pertama kali pada tahun 2014, maka India membutuhkan waktu hampir 35 tahun untuk memiliki destroyer canggih (siluman) buatan dalam negeri.

Kini Angkatan Laut India telah menggunakan dua dari empat destroyer tipe terbaru, Visakhapatnam Class, yang mendapatkan upgrade signifikan pada fitur siluman, otomatisasi, dan persenjataan dari destroyer sebelumnya, Kolkata class.

*photo cover: Destroyer INS Mormugao India (@Indian Navy)

Tinggalkan komentar