Jakarta Greater

PT Dahana Kembangkan Drone Kamikaze Rajata

drone kamikaze
Prototipe Done Kamikaze Rajata, PT Dahana (@ PT Dahana)

Sejak pertama kali muncul di publik industri pertahanan tanah air, loitering munition milik PT DAHANA Indonesia bernama Rajata terus menarik perhatian para pengambil kebijakan di antaranya Presiden Joko Widodo yang menyambangi booth DEFEND ID pada Pameran Indo Defence 2022, di Jakarta, 2-5 November 2022. Kepala Staf Angkatan Darat juga meminta agar Rajata terus disempurnakan dan fakta bahwa Rajata mendapat penghargaan Litbang dari Kementerian Pertahanan Indonesia.

Drone Kamikaze saat ini sedang dalam diskusi publik menyusul penggunaan yang terbukti efektif dalam perang Rusia-Ukraina.

Kemampuan mereka sebagai pesawat tak berawak untuk menghancurkan target dengan presisi diapresiasi oleh banyak orang.

Tak mau ketinggalan, Indonesia melalui PT DAHANA berinovasi menciptakan Rajata dengan berbagai keunggulan yang siap bersaing dengan Drone Kamikaze lainnya.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DAHANA, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara  mengatakan, teknologi dan produksi bahan peledak merupakan kemampuan DAHANA yang sudah teruji.

Baca juga: Kızılelma, Jet Tempur Tanpa Awak Turki Mulai Uji Coba

Yusuf mengatakan, sejak mendapat kepercayaan dari pemegang saham untuk menjadi Direktur Teknologi dan Pengembangan DAHANA, pada September 2021, ia menantang para insinyur dan personel PT DAHANA untuk mengembangkan loitering munitions.

“Akhirnya pada Oktober 2021 kami membentuk tim pengembangan dengan mitra yang menguasai teknologi penerbangan (aerodinamika dan penerbangan),” ujar Yusuf 16/11/2022, dikutip laman PT Dahana.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DAHANA menambahkan bahwa sampai saat ini di Indonesia dukungan dana untuk peneliti masih sangat rendah.

PT DAHANA juga membiayai penelitian dan pengembangan Rajata secara mandiri.

drone kamikaze
Prototipe Done Kamikaze Rajata, PT Dahana (@ PT Dahana)

Dengan tekad mewujudkan kemandirian Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) nasional, maka dilakukan penyempurnaan Rajata antara lain melalui uji coba yang dilakukan dua bulan setelah penelitian di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Soft Launching di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Setelah uji coba, ditemukan bahwa teknologi Rajata memungkinkan personel yang menggunakannya untuk menghancurkan target tanpa diketahui musuh.

Rajata bisa menjadi solusi alternatif penggunaan rudal karena lebih ekonomis, dan dilengkapi dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan roket.

Saat ini, beberapa negara telah memproduksi Drone Kamikaze, seperti Kalashnikov Rusia, Warmate Polandia, Switchblade Amerika, dan Hero-30 Israel.

Baca juga: PT PAL, PT LEN dan Thales Upgrade Industri Pertahanan RI

Suhendra Yusuf mengklaim Rajata siap bersaing karena dirancang menjadi Drone Kamikaze termurah di antara drone termurah di dunia saat ini.

“Sebagai perbandingan, Warmate Polandia adalah amunisi bomber yang dikembangkan pada 2012. Popularitasnya meningkat setelah perang di Karabakh. WB Electronics-Polandia merilis drone kamikaze ke-1.000 pada tahun 2021. Dengan berat kurang dari 6 kg, drone ini dapat terbang di ketinggian 150m – 300m, dengan kecepatan 150 km/jam. Warmate saat ini dijual dengan harga paling murah,” ujarnya.

Saat ini, Rajata masih dalam proses penyempurnaan, seperti pengembangan teknologi operation abort yang memastikan Rajata aman bagi warga sipil di zona perang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DAHANA ini juga meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan industri pertahanan untuk memastikan Rajata dapat diproduksi secara massal, dan menjadi sistem alutsista yang berpengaruh dalam rantai pasok industri pertahanan global.

*photo cover: Prototipe Done Kamikaze Rajata, PT Dahana (@ PT Dahana)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest

Penulis:

Rojes Saragih

Follow Us